Example floating
Example floating
Life Style

Anda Termasuk Perfeksionis, Hati hati Karier dan Bisnis Anda Bisa Hancur Gara Gara Sifat Yang Sempurna

Alfi Fida
×

Anda Termasuk Perfeksionis, Hati hati Karier dan Bisnis Anda Bisa Hancur Gara Gara Sifat Yang Sempurna

Sebarkan artikel ini
sifat-perfeksionis-bisa-menghancurkan-karier-dan-bisnis-anda-sendiri
sifat-perfeksionis-bisa-menghancurkan-karier-dan-bisnis-anda-sendiri

Memo.co.id

Setiap orang ingin sempurna dalam segala hal. Namun, sifat sempurna yang menempel pada pribadi seseorang tidak selalu baik dimata orang lain. Termasuk tidak baik untuk perjalanan karier dan bisnis Anda. Mesk begitu, banyak orang selalu mengejar kesempurnakan untuk mendapatkan yang terbaik.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Bagi, seorang psikolog, kesempurnaan atau sifat sempurna atau perfeksionis, merupakan gangguan. Beberapa pelaku bisnis dan konsultan bisnis selalu mengingatkan, bahaya dari seorang perfejsionis. Bahkan, sebagian besar konsultan bisnis melarang pelaku bisnis untuk mencoba coba sebagai seorang yang sempurna. Mengapa ?

Berikut ini, Memo memberi catatan perihal alasan mengapa pelaku bisnis dilarang untuk menjadi sosok yang sempurna. Tulisan ini, terinspirasi dari t

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

smencapai kesuksesan. Namun, faktanya ‘kesempurnaan’ atannselalu yang terbaik. Nyatanya, mengejar kesempurnaan hanya akan menghancurkan bisnis yang dijalankan.lisan yang telat dibuat dari The Balance Small Business Jakarta, Sabtu, 26 Desember 2020 kemarin.

Pertama, jika seorang pengusaha ekstra keras dalam mewujudkan idenya dengan sempurna, maka mereka akan mendpatkan beban berat terhadap kekurangan sekecil apapun dari apa yang telah diperbuatnya. Jika merea menemukan kesalahan sedikit, maka akan diulang ulang lagi, hingga apa yang menadi tujuannya tidai pernah tercapai.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Kedua, tolok ukur kesuksesan yang terlalu tinggi karena berharap sempurna, menyebabkan pebisnis akan stress. Stres karena memikirkan berbagai upaya perbaikan setiap kekurangan hingga dia terus mengalami kegelisahan setiap kali melihat kekurangan, meskipun kekurangan itu sangat sedikit sekali.

Ketiga, bahwa kesempurnaan itu membutuhkan lebih banyak usaha. Jika tujuannya hanya memberikan hasil berkualitas tinggi dalam bisnis tentu saja akan mmbutuhkana waktu yang lebih dan menghabiskan banyak energi kreatif. Tidak jarang, pada probem seperti ini, setiap pencarian kesempurnaan, maka hanya akan membuat pengusaha mengalami kemunduran.

Keempat, sifat perfeksions sangat berisiko merusak kesehatan. Dalam beberapa kasus, perfeksionisme dianggap sebagai masalah psikologis. Selain itu, perfeksionis juga dapat membahayakan kesehatan fisik. Bayangkan saja berapa jam tidur dan makan yang dilewatkan untuk mencapai hasil kerja yang sempurna. Tentunya ini memiliki potensi merusak Kesehatan.

Kelima, yang akan terjadi, jika mengharuskan seseorang itu sempurna, maka akan menyia-nyiakan waktu dan peluang yang berharga. Alasan utama para ahli melarang pengusaha untuk menjadi perfeksionis, adalah karena dapat membuang waktu dan peluang berharga. Perfeksionis membuat pengusaha menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merencanakan dan menyempurnakan produk sebelum meluncurkannya. Selalu luncurkan bahkan sebelum dirasa siap, karena itulah satu-satunya cara untuk mengumpulkan umpan balik berharga yang akan membantu meningkatkan kualitas produk

Keenam, Jika apa yang diharapkan gagal, akan hancur berkeping keping. Karena perfeksionis menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri, risiko kegagalan besar juga sama tingginya. Sudah banyak kasus orang yang memilih mengakhiri hidupnya, karena merasa telah melakukan semuanya dengan sempurna namun tetap gagal.

Ketujuh, tidak akan terbuka untuk berkompromi. Fleksibilitas adalah sifat yang sangat langka di antara orang yang keras kepala dan perfeksionis idealis. Namun di kalangan wirausahawan, bersikap fleksibel sangat diperlukan. Pengusaha hebat harus cepat beradaptasi dengan perubahan realitas bisnis. Menjadikannya inovator dan pemikir kreatif yang lebih baik daripada kebanyakan perfeksionis.

Alasan Kedelapan, adalah , akan lebih menghindari risiko. Memikirkan tentang kegagalan dapat menghalangi pengambilan langkah berikutnya. Pengusaha sukses, berkembang dengan belajar dari kesalahan dan terus maju. Dan hampir semuanya mengalami kegagalan besar di sepanjang jalan.

Sementara itu, aslasan kesembilan adalah dianggap ‘monster’ oleh rekan kerja dan karyawan. Ini pasti Anda tahu dan juga merasakannya. bahwa perfeksionisme yang tak terkendali dapat mengubah seorang pengusaha menjadi seperti ‘monster’. Ada kecenderungan untuk menolak orang yang tidak sesuai dengan tuntutan standar yang ditetapkan sendiri.

Sedang alasan terakhir yaitu tdak akan menemukan kebahagiaan sejati. Profesor riset Brene Brown mengatakan, jika ingin Bahagia maka berhentilah berusaha menjadi sempurna. Dalam dunia bisnis yang serba cepat, lebih baik membidik keunggulan, daripada berusaha keras menuju kesempurnaan. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyempurnakan bisnis sama sekali tidak memiliki tempat di era bisnis digital seperti saat ini. ( fida )