Selain rokok, melalui anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama, ia juga terlibat dalam proyek infrastruktur megah seperti pembangunan Bandara Dhoho di Kediri. Kekayaan Susilo sangat erat kaitannya dengan kinerja Gudang Garam sebagai salah satu saham blue-chip di Bursa Efek Indonesia.
Mochtar Riady: Arsitek Lippo Group dari Malang
Meskipun Lippo Group telah mendunia, Mochtar Riady, sang pendiri, memiliki ikatan kuat dengan Jawa Timur karena lahir di Malang pada 12 Mei 1929. Ia adalah salah satu bankir dan pengusaha paling disegani di Indonesia.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta
Per Januari 2025, kekayaan Mochtar Riady tercatat 2 miliar dolar AS (sekitar Rp32,52 triliun), menjadikannya orang terkaya ke-25 di Indonesia.
Konglomerasi bisnisnya meliputi sektor keuangan (Bank Nobu), properti (Lippo Malls, kota mandiri), ritel (Hypermart), kesehatan (Siloam Hospitals), hingga media dan teknologi.
Mochtar Riady adalah contoh pengusaha yang membangun imperium dari nol, menunjukkan ketajaman visi dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.
Hary Tanoesoedibjo: Raja Media dan Ambidiksi Bisnis-Politik
Lahir di Surabaya pada 26 September 1965, Hary Tanoesoedibjo adalah pendiri dan CEO MNC Group, raksasa di dunia media, keuangan, dan properti.
Baca Juga: Upaya Peningkatan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar
MNC Group adalah konglomerat media terbesar di Indonesia, dengan stasiun televisi (RCTI, MNCTV, GTV, iNews), portal berita online, radio, dan media cetak. Selain itu, ia juga memiliki MNC Sekuritas, MNC Bank, MNC Life, dan MNC Insurance, serta proyek properti seperti MNC Land. Per Januari 2025, kekayaannya mencapai 1,3 miliar dolar AS (setara Rp21,14 triliun).
Hary Tanoesoedibjo dikenal sebagai pengusaha yang agresif dan visioner, terutama dalam mengembangkan bisnisnya di sektor media yang sangat kompetitif.












