Example floating
Example floating
Infobis

Terimbas Virus PMK Pedagang Hewan Kurban Mengeluh, Penjualan Sapi Sepi

A. Daroini
×

Terimbas Virus PMK Pedagang Hewan Kurban Mengeluh, Penjualan Sapi Sepi

Sebarkan artikel ini
sapi kurban terinveksi virus PMK

“Jika diletakkan terus justru ada yang berprasangka buruk terkena penyakit, dan dijajakan keluar belum bisa. Pusing mas,” tegasnya.

Seakan terus dibayang-bayangi pandemi PMK, Suratman cemas sapi ternaknya tidak laku. Efeknya, ia tidak dapat ambil keuntungan dari usaha yang dilaluinya.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026

Suratman akui telah usaha jual kembali sapinya ke sama-sama pebisnis hewan ternak lain untuk mensiasati rugi. Sayang usaha itu tidak berbuah hasil karena pebisnis sapi lain rasakan kekuatiran yang serupa.

“Kemungkinan beberapa pebisnis sapi yang lain dibayangi hal sama, tidak berani tambah populasi, takut tidak untung, kerena nilai jual sapi nanti juga akan turun mencolok mas, bahkan juga harga dapat di bawah Rp10 juta,” bebernya.

Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat

Selanjutnya, keadaan susah saat pandemi PMK ini tidak cuma dirasakan oleh peternak, tetapi juga punya pengaruh pada usaha jagal sapi. Hal tersebut karena tidak ada pemangkasan hewan ternak di Lamongan.

Disamping itu, beberapa pasar hewan yang ada di kabupaten sekitaran Lamongan, seperti Kabupaten Gresik, Jombang, Mojokerto dan Tuban, semua masih ditutup.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April

“Untuk saat ini ya mau tak mau mengambil daging ke Surabaya, atau memotong sendiri sisa sapi yang ada. Karena di Lamongan tidak ada pemotongan,” kata M. Arif, salah satunya pelaku usaha jagal sapi di Lamongan.