“Keterampilan digital yang masih rendah menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan industri di masa depan,” ungkap Ida dalam Raker.
Tantangan Ketenagakerjaan: Keterampilan Digital dan Kesempatan Kerja Masa Depan
Ida menjelaskan bahwa di masa mendatang, pola permintaan tenaga kerja akan lebih mengarah pada pekerjaan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital atau hardskill digital. Di samping itu, keterampilan soft skill seperti analisis, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, dan komunikasi juga akan menjadi sangat penting.
Namun, menurutnya, keterampilan digital yang dimiliki tenaga kerja di Indonesia masih cenderung bersifat teoritis dan umum, sehingga terjadi kesenjangan antara pasokan dan permintaan.
“Terlihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari tahun 2019 hingga Agustus 2023, alhamdulillah sudah mendekati kondisi sebelum adanya pandemi, yaitu sebesar 5,32%,” tambahnya.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Lebih lanjut, Ida memaparkan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja, di antaranya:
- Creative thinking diperlukan sebanyak 73,2%
- Analytical thinking diperlukan sebanyak 71,6%
- Technological literacy diperlukan sebanyak 67,70%
- Curiosity and lifelong learning diperlukan sebanyak 66,8%
- Resilience, flexibility and agilty diperlukan sebanyak 65,8%
- Systems thinking diperlukan sebanyak 59,9%
- AI and big data diperlukan sebanyak 59,5%
- Motivation and self awareness diperlukan sebanyak 58,9%
- Talent management diperlukan sebanyak 56,4%.
Optimisasi Pasar Kerja Indonesia: Keterampilan Digital dan Tantangan Kesenjangan Antara Pasokan dan Permintaan
Pasar tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan serius terkait kesenjangan antara pasokan dan permintaan tenaga kerja, terutama dalam hal keterampilan digital. Raker bersama Komisi IX DPR RI menyoroti perluasan kesempatan kerja, evaluasi program, serta kebutuhan keterampilan di era digital.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Menteri Ida menekankan pentingnya keterampilan digital dan soft skill dalam menghadapi tuntutan pasar kerja masa depan. Di tengah upaya untuk menutup kesenjangan, penting bagi tenaga kerja untuk terus meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar.












