Akibat kebijakan fiskal ekspansif AS, imbal hasil obligasi negara tersebut tetap tinggi, sehingga indeks dolar terus menunjukkan tren penguatan. Kondisi ini memberikan tekanan pada mata uang lain, termasuk rupiah, yang mengalami depresiasi sebesar 1,14 persen hingga 21 Januari 2025.
Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga stabilitas sistem keuangannya melalui berbagai langkah antisipasi dan koordinasi antarinstansi terkait untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
Tag:












