Kediri, Memo |
Telur tak layak kponsumsi karena menyimpan terlalu lama, dikira palsu, hingga videonya viral. Telur tak layak konsumsi itu gegerkan warga kota Kediri, lantaran video terkait telur palsu banyak beredar.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Beredar Video Telur Palsu, Diteliti Dinkes Kota Kediri, Disimpulkan Tak Layak Konsumsi
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri mengunjungi rumah warga yang menyimnpan telur tersebut. Setelah melakukan kajian, dr Pujiono, Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri memastikan telur tersebut asli namun tidak layak.
Telur Asli Bukan Palsu
“Telur itu adalah asli bukan telur palsu namun kondisinya rusak karena disebabkan faktor penyimpanan yang terlalu lama sehingga menyebabkan telur tidak layak dikonsumsi,” kata dr Pujiono.
Pujiono memberikan saran agar masyarakat membeli telur ayam yang fresh dan tidak menyimpannya lebih dari seminggu. Menyimpan terlalu lama di kulkas, berdampak terhadap fisik telur. Apalagi, jika telur tersebut dibeli, sudah cukup lama di penjualnya.
Video Telur Palsu Viral
Sejak video telur palsu menjadi viral, seoang ibu rumah tangga di Ngadisimo, Kota Kediri, banyak dikunjungi tetangga kanan kiri. Mereka ingin melihat dari dekat kondisi telur yang diduga palsu tersebut.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Dalam video tersebut ibu rumah tangga di Ngadisimo itu juga kaget, begitu mendapati telur yang dibelinya di pedagang kaki lima itu membeku setelah dikeluarkan dari lemari pendingin. Selain cangkang telur yang keras dan sulit pecah saat akan digoreng.
Telur Retak dan Mengeluarkan Cairan Bening
Telur ayam ras yang diduga palsu itu juga banyak yang retak ketika di dalam lemari pendingan dan mengeluarkan cairan bening yang kemudian mengeras seperti lem.
Bahkan kulit ari telor juga kenyal saat ditarik. Linda pun mengurungkan niatnya untuk mengoreng karena khawatir telur tersebut bermasalah terhadap kesehatanya saat dikonsumsi.
Untuk memastikan kondisi tersebut hari ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri mengunjungi rumah Linda. Setelah melakukan kajian dokter Pujiono, memastikan telur tersebut asli namun tidak layak.
Disimpan Terlalu Lama
“Telur itu adalah asli bukan telur palsu namun kondisinya rusak karena disebabkan faktor penyimpanan yang terlalu lama sehingga menyebabkan telur tidak layak dikonsumsi,” kata dr Pujiono.
Pujiono memberikan saran agar masyarakat membeli telur ayam yang fresh dan tidak menyimpannya lebih dari seminggu. ( ed )












