Sementara itu, Sekretaris DPC INSA Jaya, Mohamad Erwin, menyampaikan bahwa kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu memerlukan perhatian yang sangat serius. Ia menyerukan adanya upaya kolektif dalam mencari solusi komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Sudah saatnya kita menghentikan budaya saling menyalahkan. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk mencari siapa yang patut disalahkan, melainkan saatnya untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar,” tegasnya.
Menurut pandangannya, Pemda, Pelindo, operator terminal, seluruh asosiasi terkait, dan para pemangku kepentingan lainnya harus duduk dalam satu meja perundingan. Pasalnya, permasalahan yang dihadapi bukan lagi sekadar kemacetan biasa, melainkan potensi terjadinya kelumpuhan pada rantai pasok logistik nasional yang memiliki dampak luas.
Erwin merekomendasikan pembentukan sebuah Forum Bersama Stakeholder Logistik sebagai wadah yang efektif untuk merumuskan solusi yang konstruktif. Forum ini idealnya terdiri dari perwakilan Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, Pelindo, operator terminal, asosiasi truk, perusahaan forwarder, dan perusahaan pelayaran.












