Baca Juga: Indonesia Panen Raya! Surplus Beras 3 Juta Ton, Negara Lain Gigit Jari
Serai wangi (Cymbopogon nardus), tanaman tropis asli India dan Asia Tenggara, menyimpan segudang khasiat. Dari antiseptik, anti-peradangan, hingga pengusir serangga, tak heran jika komoditas dari keluarga Poaceae ini makin digemari.
Menurut Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, serai wangi menjadi primadona perkebunan. Minyak esensialnya, yang dikenal dunia sebagai Java Citronella Oil, punya pasar global yang besar.
Indonesia bahkan menjadi salah satu pemasok minyak serai wangi terbesar di dunia, dengan penggunaan global mencapai 2.500 ton tiap tahun. Pusat pengembangannya tersebar di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Aceh, Jambi, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Bali, NTB, dan NTT.
Minyak serai wangi multifungsi. Dimanfaatkan sebagai bahan utama atau tambahan dalam sabun, parfum, kosmetik, antiseptik, aromaterapi, bahkan pestisida nabati.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berhasil Tangkap Pelaku Pencuri Baut Rel di Blitar, Humas : Ini Kejahatan Serius
Serai wangi juga merambah industri rumahan. Di Sumatera Barat, minyak ini diolah jadi pembersih lantai, sabun mandi, sabun cuci tangan, hingga minyak oles. Sumatera Selatan dan Lampung juga mengembangkan produk serupa termasuk minyak telon dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Banyak perusahaan besar pun kini menggunakan minyak serai wangi sebagai bahan baku utama produk rumah tangga mereka.
Menurut Rumah Atsiri Indonesia, serai wangi sudah dikenal di Indonesia sejak sebelum Perang Dunia II dan telah jadi bagian tradisi. Bahkan, dalam banyak budaya, tanaman ini melambangkan kehangatan dan keramahan.












