Example floating
Example floating
Metropolis

Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya Hancurkan PKI Blitar Selatan

A. Daroini
×

Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya Hancurkan PKI Blitar Selatan

Sebarkan artikel ini
Taktik Ublek Telur Kodam Brawijaya Hancurkan PKI Blitar Selatan

Pada 21 Juli 1968, Oloan Hutapea tewas. Mayat salah satu dedengkot Partai Komunis Indonesia (PKI) itu ditemukan di tebing bebatuan kawasan Gunung Asem, Panggungrejo, Blitar Selatan, Jawa Timur. Kondisinya mengenaskan. Kepalanya terluka parah akibat timpukan batu. Oloan Hutapea adalah salah satu pimpinan Comite Central (CC) PKI yang diburu.

Pasca meletusnya peristiwa 30 September 1965, ia berhasil lolos dari operasi pembersihan. Dari ibukota menyelinap ke wilayah Blitar Selatan. Bersama pimpinan partai yang selamat, Oloan berupaya merekatkan kembali kekuatan partai. Hasil rapat Politbiro CC PKI April 1967, Oloan Hutapea ditunjuk sebagai Ketua Departemen Organisasi.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Sementara Ketua Politbiro PKI Gaya Baru Blitar Selatan dipegang Ruslan Widjajasatra. Posisinya menggantikan DN Aidit. Sebelum G30S PKI meledak, Ruslan merupakan anggota CC PKI yang merangkap PB Ketua Daerah Jatim tahun 1951. Rewang yang juga berada di Blitar Selatan didapuk sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda sekaligus anggota Pleno CC PKI.

Sedangkan Munir memegang jabatan Ketua Departemen Perjuangan Bersenjata (Perjuta). Sebelum peristiwa G30SPKI, laki-laki kelahiran Sumenep Madura itu bertugas di Politbiro CC PKI Jakarta. Ia juga sebagai Ketua Dinas SOBSI. PKI Gaya Baru Blitar Selatan menebar teror dengan sandi gerakan Pembasmian Rumput Beracun.

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

Mereka menerapkan prinsip P3, yakni Perampokan, Penculikan dan Pembunuhan. Sasarannya para pelaku pembantaian orang-orang PKI pada peristiwa 30 September 1965. Seiring itu konsolidasi seluruh kekuatan terus mereka galang.

Di sejumlah daerah didirikan Comite Proyek (Compro) sebagai basis gerakan dengan Blitar Selatan sebagai pusat gerakan.

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026

Kodam VIII Brawijaya mencium aroma kebangkitan itu. Operasi Trisula Blitar Selatan yang dipimpin Kolonel Infantri Witarmin, sontak digelar.