Jakarta, Memo
Resesi dunia yang akan mengancam beberapa negara maju dan berkembang, bakal berimbas pada beberapa sektor bisnis yang berdampak negatif, bahkan kolap. Meski begitu, ada bisnis yang masih bertahan di tengah badai resesi krisis global. Apa saja bisnis yang tahan badai krisis 2023 tersebut
Baca Juga: Kas Negara 2025 Bakal Suram, Pajak Diprediksi Kembali Jeblok, Ekonomi Jadi Biang Keladi
Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law mengatakan bahwa beberada bisnis yang masih bisa bertahan di tengah resesi global, diantaranya adalah bisnis kosmetik dan perawatan tubuh. Selain bisnis perawatan, ada beberapa bisnis lain yang bertahan, diantaranya adalah layanan informasi, konsultasi keuangan, bisnis makanan dan inuman.
Bila itu tiba, ekonomi yan tidak konstan, peningkatan harga sembako, dan naiknya angka kemiskinan tidak lagi hal yang aneh.
Tetapi, tidak boleh takut sangat. Beberapa upaya atau usaha dapat bertahan di periode krisis.
Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menjelaskan beberapa usaha yang kemungkinan bisa bertahan dan menguntungan sepanjang krisis salah satunya, yaitu usaha kosmetik dan perawatan badan.
Menurut Bhima, krisis malah membuat warga lebih memerhatikan performa badan.
“Ada kecondongan terjadi meledak perawatan kulit dan badan. Itu disokong dengan mobilisasi telah longgar,” tutur Bhima pada Senin (24/10).
Usaha ke-3 selainnya kosmetik dan perawatan badan/kulit adalah informasi dan komunikasi, seperti pusat data, komputasi, dan artificial intelligence (AI).
“Arah digitalisasi di depan percepat penyesuaian perusahaan tradisionil di zaman digital.
Usaha keempat, usaha diskusi atau perencana keuangan, terutamanya pengontrol keuangan rumah tangga.
“Diskusi psikis sering diperlukan karena beberapa karyawan depresi ketekan atau jadi korban PHK,” kata Bhima.
Lima, usaha paling akhir. Makanan dan minuman atau food and beverage (FnB).
“FnB yang berbasiskan makanan lokal dapat semakin bertahan dibandingkan yang bahan bakunya import. Ini berkaitan dengan suplai komoditas luar negeri,” papar Bhima.












