Example floating
Example floating
Peristiwa

Sunat Laser Diduga Berujung Petaka, Kelamin Bocah di Kerinci Nyaris Putus

A. Daroini
×

Sunat Laser Diduga Berujung Petaka, Kelamin Bocah di Kerinci Nyaris Putus

Sebarkan artikel ini
Sunat Laser Diduga Berujung Petaka, Kelamin Bocah di Kerinci Nyaris Putus

Jambi , Memo |– Sebuah dugaan insiden malapraktik medis kembali mencuat dan menuai kecaman publik. Kali ini, seorang perawat di Kayu Aro, Kerinci, Jambi, diduga melakukan kesalahan fatal saat melaksanakan prosedur sunat menggunakan laser pada seorang anak laki-laki. Akibatnya, bagian vital korban nyaris terputus, memicu kemarahan dan kekhawatiran mendalam.

Kasus ini viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Facebook Maysaroh Al Faalih, yang mengungkapkan kemarahannya atas kejadian tragis tersebut. Kelamin bocah nyaris putus.  Maysaroh menuding perawat yang bersangkutan melakukan praktik tanpa izin resmi.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Unggahan Viral Ungkap Dugaan Praktik Ilegal

“MasyaAllah sepanjang ini loh wee yang dipotong ama (oleh) oknum perawat itu,” tulis Maysaroh dalam unggahannya yang kemudian diunggah ulang di Instagram @drg.mirza, dikutip pada Kamis (29/5). Pernyataan ini menunjukkan betapa parahnya luka yang dialami korban.

Maysaroh juga menyoroti respons pihak terkait yang dinilai tidak sepadan. Meskipun keluarga korban hanya diberikan uang transportasi sebesar Rp 500 ribu, kerugian yang ditimbulkan jauh melampaui nominal tersebut, mencakup potensi trauma jangka panjang dan dampak pada masa depan sang anak.
Sorotan Tajam Terhadap Keadilan yang Terabaikan

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Dalam unggahannya, Maysaroh mengkritik keras minimnya penegakan hukum untuk kasus-kasus serupa yang tidak menjadi viral. “Karena no viral no justice. Hukum Indonesia kalau enggak diviralkan ya anyep,” tegasnya, menyoroti fenomena “no viral no justice” yang kerap terjadi di Indonesia.