Example floating
Example floating
Birokrasi

Stop di Gerbang, Menkeu Purbaya Jamin Tak Ada “Sidak” Baju Bekas, Fokus di Pelabuhan

A. Daroini
×

Stop di Gerbang, Menkeu Purbaya Jamin Tak Ada “Sidak” Baju Bekas, Fokus di Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
Stop di Gerbang, Menkeu Purbaya Jamin Tak Ada Sidak Baju Bekas

Namun, setiap perubahan besar pasti memicu kekhawatiran. Di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pusat perputaran barang bekas impor, pedagang seperti Surni sempat dilanda cemas.

“Kalau informasi bakal ada sidak dan penindakan di sini, lumayan khawatir karena biasanya barang bisa disita,” ungkap Surni beberapa waktu lalu, mengakui adanya ketakutan bahwa penghasilan mereka akan anjlok drastis.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Kekhawatiran itu diperkuat oleh Dani, pedagang lain, yang menyebut adanya tantangan soal kualitas dan harga produk lokal. Menurut Dani, pembeli terlanjur jatuh cinta pada pakaian impor karena kualitasnya yang bagus dengan harga yang sangat terjangkau.

Tantangan Menjadi Inspirasi

Komentar dari para pedagang ini sesungguhnya adalah feedback berharga. Jika pasar menuntut kualitas dan harga yang kompetitif, maka inilah saatnya bagi para produsen UMKM lokal untuk menjawab tantangan tersebut.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Penegasan dari Menkeu Purbaya memberikan ketenangan bagi pedagang di pasar, sekaligus memberikan dorongan yang tegas bagi industri lokal. Ini bukan akhir dari bisnis thrifting, melainkan awal dari sebuah babak baru di mana semangat berbisnis dan kecintaan terhadap mode bisa berjalan selaras dengan kebanggaan pada produk dalam negeri. Dengan fokus pemerintah di pelabuhan, bola panas kini ada di tangan produsen lokal untuk membuktikan diri.