Namun, setiap perubahan besar pasti memicu kekhawatiran. Di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pusat perputaran barang bekas impor, pedagang seperti Surni sempat dilanda cemas.
“Kalau informasi bakal ada sidak dan penindakan di sini, lumayan khawatir karena biasanya barang bisa disita,” ungkap Surni beberapa waktu lalu, mengakui adanya ketakutan bahwa penghasilan mereka akan anjlok drastis.
Kekhawatiran itu diperkuat oleh Dani, pedagang lain, yang menyebut adanya tantangan soal kualitas dan harga produk lokal. Menurut Dani, pembeli terlanjur jatuh cinta pada pakaian impor karena kualitasnya yang bagus dengan harga yang sangat terjangkau.
Tantangan Menjadi Inspirasi
Komentar dari para pedagang ini sesungguhnya adalah feedback berharga. Jika pasar menuntut kualitas dan harga yang kompetitif, maka inilah saatnya bagi para produsen UMKM lokal untuk menjawab tantangan tersebut.
Penegasan dari Menkeu Purbaya memberikan ketenangan bagi pedagang di pasar, sekaligus memberikan dorongan yang tegas bagi industri lokal. Ini bukan akhir dari bisnis thrifting, melainkan awal dari sebuah babak baru di mana semangat berbisnis dan kecintaan terhadap mode bisa berjalan selaras dengan kebanggaan pada produk dalam negeri. Dengan fokus pemerintah di pelabuhan, bola panas kini ada di tangan produsen lokal untuk membuktikan diri.












