Example floating
Example floating
DaerahJatim

Stok Elpiji Madiun Raya Terancam! Pertamina Beri Penjelasan Menyelamatkan Masyarakat

×

Stok Elpiji Madiun Raya Terancam! Pertamina Beri Penjelasan Menyelamatkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Stok Elpiji Madiun Raya Terancam! Pertamina Beri Penjelasan Menyelamatkan Masyarakat

Stok Elpiji di Madiun Raya Terjaga dengan Baik

Meskipun tingginya permintaan konsumen di Kota Batu dan Banyuwangi menyebabkan keterbatasan stok elpiji, daerah lain di Madiun Raya seperti Kota Madiun masih memiliki stok yang mencukupi.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Data menunjukkan bahwa alokasi harian tabung elpiji mencapai 23.753 tabung, dan penyaluran pada bulan Juli mencapai 5.645 metrik ton. Dengan begitu, masyarakat diharapkan untuk tidak khawatir akan kelangkaan elpiji 3 kg karena PT Pertamina terus memantau dan memastikan ketersediaan gas tersebut.

Harga Tetap Terjaga Sesuai Ketentuan Pemerintah

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Selain itu, PT Pertamina juga menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) untuk tabung melon adalah Rp16 ribu per tabung di tingkat pangkalan.

Jika ada pangkalan yang menjual di atas harga tersebut, masyarakat diminta untuk melapor agar dapat segera ditindaklanjuti. Hal ini sebagai bentuk komitmen Pertamina untuk menjaga harga tetap wajar dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

Solusi Mencari Elpiji di Madiun Raya

Bagi masyarakat Madiun Raya yang mengalami kesulitan mencari elpiji 3 kg di tingkat pengecer, disarankan untuk membelinya langsung dari pangkalan. Stok elpiji di pangkalan dikatakan melimpah dan dapat melayani konsumen secara langsung.

Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi kasus pembelian elpiji dalam jumlah besar oleh pemborong yang dapat menyebabkan kelangkaan dan harga yang tinggi.

Jika ditemui kasus seperti itu, masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya ke call center Pertamina 135 atau contact center ESDM 136 agar dapat segera diatasi.