Example floating
Example floating
Home

Sri Mulyani Mundur? Skandal Utang dan Politik Jokowi Terbongkar

Alfi Fida
×

Sri Mulyani Mundur? Skandal Utang dan Politik Jokowi Terbongkar

Sebarkan artikel ini
Sri Mulyani Mundur? Skandal Utang dan Politik Jokowi Terbongkar
Sri Mulyani Mundur? Skandal Utang dan Politik Jokowi Terbongkar

MEMO

Menteri Keuangan Sri Mulyani dikabarkan akan mengundurkan diri dari kabinet Indonesia Maju, yang menjadi sorotan setelah pernyataan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Kabar ini mencuat dalam acara Political Economic Outlook 2024, di mana Faisal menyebutkan bahwa kekecewaan terhadap kebijakan pemerintahan Joko Widodo serta dugaan keberpihakan pada Pilpres 2024 menjadi faktor utama.

Selain itu, sorotan terhadap masalah utang yang mencapai Rp8.000 triliun menjadi isu krusial. Bagaimana kabar ini memengaruhi stabilitas kabinet dan langkah politik selanjutnya?

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Kekecewaan Menteri dan Isu Pilpres 2024

Isu mengenai kemungkinan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengundurkan diri dari kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sedang menjadi perbincangan hangat. Pernyataan ini telah diungkapkan oleh Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri dalam acara Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/1).

Faisal menyampaikan bahwa tidak hanya Sri Mulyani, namun Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan beberapa menteri lainnya juga mulai merasa tidak nyaman dengan kebijakan Jokowi. Mereka merasa kecewa terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Selain itu, dugaan adanya keberpihakan Jokowi pada pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto, dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 juga dijadikan sebagai alasan.

Faisal menyoroti masalah utang, menyebutkan bahwa di era Jokowi, utang Indonesia sudah mencapai sekitar Rp8 kuadriliun atau Rp8.000 triliun. Menurutnya, pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur tanpa meningkatkan pendapatan dengan cara yang efektif.

Faisal memperkirakan bahwa jika Prabowo menjadi penerus, utang Indonesia bisa mencapai Rp16 ribu triliun, yang akan menjadi beban generasi muda.

Dalam konteks ini, Faisal mengklaim mendengar kabar bahwa Sri Mulyani paling siap untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Ia mengajak untuk membujuk Sri Mulyani, Pak Basuki, dan beberapa menteri lainnya agar mundur, meyakini bahwa hal ini akan memiliki dampak yang signifikan secara moral.

Faisal melihat situasi saat ini sebagai momentum yang tepat untuk para menteri mengambil keputusan untuk mundur.

Diskusi Strategis Sri Mulyani dan Basuki

Sebelumnya, Staf Khusus Menkeu Yustinus Prastowo telah membantah kabar mengenai pengunduran diri Sri Mulyani. Meskipun beredar rumor di dunia maya bahwa Bendahara Negara kecewa terhadap pemerintahan saat ini, Prastowo menegaskan bahwa hingga saat ini Sri Mulyani tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Namun, sehari setelah pernyataan Faisal Basri, Sri Mulyani justru mengunggah foto bersama Basuki di akun Instagramnya, menunjukkan bahwa keduanya sedang berdiskusi mengenai berbagai isu termasuk ibu kota negara (IKN) Nusantara dan anggaran belanja.

Di sisi lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menanggapi seruan Faisal Basri dengan menekankan bahwa fokus mereka adalah pada pemilu dan memilih pemimpin terbaik. Wakil Bendahara TKN Bobby Gafur Umar tidak memberikan tanggapan langsung terhadap tudingan tersebut, tetapi menyatakan bahwa penting untuk memilih pemimpin dengan program ekonomi yang mendukung ekonomi kerakyatan.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menampik kabar mengenai niat Sri Mulyani untuk mundur, menilai bahwa informasi semacam itu diembuskan menjelang pemilu dan seharusnya tidak disebarluaskan. Ia menegaskan bahwa tidak ada rencana Sri Mulyani untuk mundur dari jabatannya.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memilih untuk tidak memberikan komentar terkait rumor pengunduran diri Sri Mulyani, sementara Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan bahwa tidak pernah ada pembicaraan dari Sri Mulyani tentang niatnya untuk mengundurkan diri.

Polemik Menteri Sri Mulyani: Tawaran Mundur, Diskusi Strategis, dan Tanggapan Politik

Dalam konteks polemik ini, Faisal Basri mengajak untuk membujuk Menteri Sri Mulyani dan rekan-rekannya agar mundur, meyakini bahwa hal ini akan memiliki dampak yang signifikan secara moral. Meskipun Staf Khusus Menkeu membantah kabar tersebut, Sri Mulyani tampak aktif dalam diskusi bersama Menteri PUPR Basuki, menyoroti isu strategis seperti ibu kota negara (IKN) Nusantara dan anggaran belanja.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menanggapi dengan menekankan fokus pada pemilu dan pemilihan pemimpin terbaik. Menteri Perdagangan menampik kabar pengunduran diri, menganggapnya sebagai isu jelang pemilu.

Wakil Menteri Keuangan enggan berkomentar, sementara Mahfud MD menyatakan tidak ada pembicaraan dari Sri Mulyani mengenai niatnya untuk mundur.