Situbondo, Memo
Sosok penembang kidung warga Desa Olean, kecamatan kota Situbondo, Jawa Timur telah tutup usia ke 85 tahun.
Meninggalnya Sosok Pengembang Kidung “Karang Kenek ” ini bernama Mbah Nasuh membuat sejumlah warga desa Olean merasa kehilangan, Isah tangispun menyelimuti suasana desa Olean.
Kini suasana tidak ada lagi orang yang mengumandangkan tembang kidung “Karang Kenik” terngiang di telinga.
Mbah Nasuh, sang penembang kidung “Karang Kenik tersebut, berpulang paa usia 85 tahun.
Almarhumah yang tak lain masih keluarga mantan kepala desa, bapak Djakfar ini mengundang banyak cerita sejarah semasa hidupnya adalah pencipta dan penembang kidung dalam syair tembang “Karang Kenik” yang kerap dilantunkan oleh Mbah Nasuh.
Syair kidung karang kenek ciptaannya bernuansa membawa pesan moral. Almarhum selalu mengumandangkan meresapi yang menyentuh siapapun yang mendengarkannya.
Menurut warga desa Olean, dalam lirik kidung itu almarhum kerap mengagung kan sang pembabat hutan desa yakni Pangeran Tunggul Angin dan Kyai Sudarsono.
Dalam proses pemakaman almarhumah dihadiri oleh segenap warga desa serta Kepala Desa Olean, Ansori . Dalam proses pemakamnnya , kepala desa Ansori men-sholat-kan sosok penembang legendaris di desa tersebut.
Selamat jalan Mbah Nasuh. Semoga Mbah Nasuh diterima di sisi Allah SWT. ( Edo memo)












