Gulat berharap agar pihak regulator dan penyedia platform pasar sawit dapat lebih giat dalam melakukan sosialisasi, sehingga aktivitas transaksi di Bursa CPO Indonesia dapat terus meningkat. Dia optimis bahwa dengan langkah-langkah yang tepat, Bursa CPO Indonesia dapat menjadi pusat transaksi yang dominan tanpa adanya pesaing yang signifikan.
Di sisi lain, Vice President Membership ICDX, Yohanes F. Silaen, memperkirakan bahwa nilai transaksi di Bursa CPO Indonesia dapat mencapai angka yang sangat signifikan, mencapai hampir Rp3.878 triliun pada tahun 2024. Yohanes menyambut baik pertumbuhan transaksi yang terus meningkat setiap tahunnya, menganggapnya sebagai pencapaian luar biasa bagi ICDX sebagai penyelenggara bursa yang didukung penuh oleh pemerintah.
Data dari ICDX juga menunjukkan bahwa transaksi CPO fisik dan CPOTR di bursa terus mengalami peningkatan, meskipun masih terbatasnya jumlah perusahaan yang terlibat sebagai anggota di Bursa CPO Indonesia. Saat ini, hanya 49 perusahaan yang terdaftar sebagai anggota, sebuah angka yang Yohanes akui masih jauh dari potensi penuh pasar ini.
Dengan demikian, prospek Bursa CPO Indonesia terlihat cerah, dengan harapan bahwa langkah-langkah yang tepat dalam sosialisasi dan pengembangan infrastruktur pasar dapat memicu pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Menuju Masa Depan Cerah: Optimalisasi Pasar CPO Indonesia Melalui Sosialisasi Intensif dan Harga yang Transparan
Gulat Manurung dan Yohanes F. Silaen sepakat bahwa sosialisasi yang lebih intensif dan penetapan harga yang transparan akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan pertumbuhan pasar CPO Indonesia ke depan. Dengan nilai transaksi yang berpotensi besar dan optimisme akan masa depan bursa ini, langkah-langkah strategis dalam meningkatkan jumlah anggota serta efisiensi operasional menjadi fokus utama. Harapan besar mereka adalah agar Bursa CPO Indonesia dapat menjadi pusat transaksi utama yang tidak hanya menguntungkan para petani, tetapi juga memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.












