Example floating
Example floating
Peristiwa

Sidang Pantukhir Taruna/Taruni Akademi Militer 2023: Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Seleksi Calon Prajurit Berkualitas

Avatar
×

Sidang Pantukhir Taruna/Taruni Akademi Militer 2023: Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Seleksi Calon Prajurit Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Sidang Pantukhir TarunaTaruni Akademi Militer 2023 Pangdam IVDiponegoro Pimpin Seleksi Calon Prajurit Berkualitas

MEMO, Semarang: Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono, memimpin Sidang Pantukhir Tingkat Panda Penerimaan Calon Taruna/Taruni Akademi Militer TA. 2023 di wilayah Kodam IV/Diponegoro.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi calon Prajurit yang memiliki kualitas dan potensi yang unggul.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Sidang tersebut dilaksanakan secara objektif dan transparan dengan melibatkan 124 peserta dari berbagai latar belakang.

Selain menggaris bawahi pentingnya profesionalisme dan transparansi, Pangdam juga menekankan bahwa setiap calon, tanpa memandang latar belakang keluarga, memiliki kesempatan yang sama untuk diterima sebagai Taruna/Taruni Akademi Militer.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Tahapan Seleksi Taruna/Taruni Akademi Militer TA. 2023 di Wilayah Kodam IV/Diponegoro

Mayjen TNI Widi Prasetijono, Pangdam IV/Diponegoro, memimpin pelaksanaan Sidang Pantukhir Tingkat Panda Penerimaan Calon Taruna/Taruni Akademi Militer TA. 2023 wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang diadakan di Aula Makodam pada hari Selasa (27/6/2023).

Pangdam menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memilih calon Prajurit yang memiliki kualitas dan potensi yang unggul. Proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan melalui tahapan dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Sebanyak 124 orang mengikuti seleksi tingkat Panda Kodam IV/Diponegoro. Mereka terdiri dari 108 calon Taruna reguler, 5 calon Taruni reguler, dan 11 orang yang direkomendasikan oleh pihak terkait.

Berdasarkan hasil Pantukhir Tingkat Panda, 42 orang akan melanjutkan ke tahap Rik/Uji Akademik, dan akhirnya akan dipilih 21 orang yang akan menjalani pendidikan di Lembah Tidar.

Dalam hal ini, Pangdam menekankan kepada seluruh panitia agar bekerja secara profesional, objektif, dan transparan. Panitia sidang memiliki tanggung jawab yang besar, bukan hanya terhadap institusi TNI, tetapi juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya yakin jika calon Taruna/Taruni yang lolos seleksi secara jujur adalah mereka yang terbaik dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, mereka akan dapat dididik menjadi perwira TNI yang handal dan bangga bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Namun, jika terdapat oknum panitia yang terlibat dalam praktik korupsi selama proses penerimaan, Pangdam akan mengambil tindakan tegas.

“Setiap calon, tanpa memandang latar belakang keluarga, memiliki kesempatan yang sama untuk diterima sebagai Taruna/Taruni Akademi Militer,” tegasnya.

Pentingnya Profesionalisme dan Transparansi dalam Seleksi Taruna/Taruni Akademi Militer

Pangdam juga mengingatkan panitia untuk melaksanakan kegiatan ini secara profesional, objektif, dan transparan, serta menghindari kepentingan pribadi.

Selain itu, panitia diharapkan memberikan penjelasan kepada calon yang tidak lulus agar mereka dapat memperbaiki diri untuk seleksi berikutnya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dalam proses seleksi yang diadakan.

Sidang Pantukhir Taruna/Taruni Akademi Militer TA. 2023 yang dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono, merupakan proses seleksi calon Prajurit yang dilakukan secara objektif dan transparan. Dari 124 peserta, 42 orang akan melanjutkan ke tahap Rik/Uji Akademik, dan akhirnya akan terpilih 21 orang yang akan mengikuti pendidikan di Lembah Tidar.

Pangdam menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam proses seleksi ini, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap calon, tanpa memandang latar belakang keluarga.

Hal ini bertujuan untuk melahirkan perwira-perwira TNI yang handal dan dapat dibanggakan oleh bangsa dan negara.