Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antarlembaga, di mana RSUD SLG berkolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Menurut Awang, kolaborasi ini adalah perwujudan prinsip utama yang mereka pegang: semua orang berhak memiliki pelayanan kesehatan yang setara.
Komitmen RSUD SLG terhadap kesetaraan memang bukan isapan jempol. Tahun 2024 lalu, rumah sakit ini bahkan mendapatkan penghargaan istimewa sebagai percontohan masjid yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
Janji ‘Kami Akan Mendatangi Anda’
Menyadari keterbatasan mobilitas yang mungkin dialami kaum disabilitas, Awang menyampaikan pesan yang sangat menghangatkan hati.
“Kalau teman-teman, masyarakat nggak bisa datang, maka kami yang akan mengakses mereka,” ucapnya. Ia mempersilakan komunitas atau kelompok disabilitas untuk bersurat. Pihak RSUD SLG berjanji akan mempersiapkan tim terbaik dalam kurun waktu 1-2 minggu untuk membawa layanan kesehatan langsung ke tengah-tengah mereka.
Inisiatif ini bukan sekadar baksos, melainkan sebuah gerakan yang menegaskan bahwa pelayanan kesehatan terbaik dan penuh empati adalah hak universal. RSUD SLG Kediri melalui sinergi ini, telah membuktikan bahwa kepedulian adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan sehat.












