Example floating
Example floating
Life Style

Senin Hari Paling Berisiko untuk Serangan Jantung, Penelitian Ungkap Fenomena Tersembunyi

Alfi Fida
×

Senin Hari Paling Berisiko untuk Serangan Jantung, Penelitian Ungkap Fenomena Tersembunyi

Sebarkan artikel ini
Senin Hari Paling Berisiko untuk Serangan Jantung, Penelitian Ungkap Fenomena Tersembunyi
Senin Hari Paling Berisiko untuk Serangan Jantung, Penelitian Ungkap Fenomena Tersembunyi

STEMI biasanya memerlukan tindakan segera untuk membuka kembali arteri koroner yang tersumbat dan mengembalikan aliran darah ke jantung. Jika tidak segera diatasi, STEMI dapat berakibat fatal.

Penelitian Ungkap Korelasi Senin dengan Risiko Serangan Jantung

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah kasus serangan jantung STEMI pada awal minggu, khususnya pada hari Senin dengan peningkatan mencapai 13 persen.

Baca Juga: Garam Mengurangi Risiko Kematian Dini Akibat Penyakit Jantung

Walaupun kasus STEMI juga cenderung lebih tinggi pada hari Minggu, alasan di balik kecenderungan serangan jantung STEMI pada hari Senin masih belum diketahui dengan pasti. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ritme sirkadian tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun manusia mungkin menjadi faktor yang mempengaruhi.

Dr. Jack Laffan, seorang ahli jantung, menyatakan bahwa meskipun penyebabnya kemungkinan bersifat multifaktorial, tetapi berdasarkan penelitian sebelumnya, korelasi antara awal minggu kerja dan kejadian STEMI cukup signifikan.

Baca Juga: Penanganan Cepat Serangan Jantung dengan Primary PCI di Mayapada Hospital

Meskipun serangan jantung STEMI lebih mungkin terjadi pada hari Senin, hal ini tidak mengurangi kemungkinan terjadinya serangan jantung pada hari-hari lain dalam minggu. Para ahli mengingatkan bahwa serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang dapat terjadi kapan saja, dan para dokter perlu memiliki pemahaman tambahan terkait hari-hari tertentu dalam seminggu yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Prof. Sir Nilesh Samani, Direktur Media BHF, menambahkan bahwa penelitian ini memberikan tambahan bukti terkait waktu terjadinya serangan jantung yang serius, dan pengetahuan ini dapat membantu dokter untuk lebih memahami kondisi ini, dengan harapan dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa di masa depan.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Memahami Fenomena Senin: Kunci Peningkatan Risiko Serangan Jantung

Sebagai tambahan bukti seputar waktu terjadinya serangan jantung yang serius, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi para dokter. Prof. Sir Nilesh Samani, Direktur Media BHF, menekankan perlunya pemahaman mendalam terkait hari-hari tertentu dalam seminggu yang dapat mempengaruhi tingkat risiko serangan jantung.

Dengan harapan, pengetahuan ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya menyelamatkan lebih banyak nyawa di masa depan.