Tujuan utama dari kompetisi mural ini adalah untuk mencegah masyarakat dan mahasiswa terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta kegiatan tawuran dan perilaku negatif lainnya.
Pihak berwenang berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Landungsari dapat lebih memahami bahaya yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta tawuran.
“Selain itu, kompetisi mural ini diharapkan juga dapat memberikan alternatif positif bagi para pemuda dalam mengekspresikan diri melalui seni,” ungkap Taufik.
Kompetisi lukis yang bertajuk “Tirto Benar” ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda-pemudi setempat. Mereka diberikan kebebasan untuk mengeluarkan kreativitas mereka dalam menciptakan karya seni mural yang mendukung pesan anti narkoba dan minuman keras.












