Example floating
Example floating
Jatim

Semeru Menggeliat! Dua Kali Erupsi Dahsyat Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

A. Daroini
×

Semeru Menggeliat! Dua Kali Erupsi Dahsyat Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Semeru Menggeliat! Dua Kali Erupsi Dahsyat Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Lumajang, Memo- Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, yang menjulang gagah di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada hari Selasa (13/5), gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami dua letusan eksplosif yang memuntahkan kolom abu vulkanik dalam skala yang mengkhawatirkan.

Erupsi pertama terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 00.23 WIB. Laporan dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat ketinggian kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak Mahameru, kubah lava aktif di kawah Jonggring Saloko.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Selang beberapa jam kemudian, aktivitas serupa kembali terjadi. Erupsi kedua menyusul pada pukul 04.54 WIB dengan intensitas yang lebih besar. Kolom abu kali ini teramati membumbung setinggi 1.000 meter atau satu kilometer ke angkasa.

Yadi Yuliandi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menyampaikan rincian pengamatan tersebut melalui laporan tertulis. “Erupsi Gunung Semeru terpantau pada hari Selasa, 13 Mei 2025 pukul 04.54 WIB dengan ketinggian kolom letusan mencapai 1.000 meter, atau satu kilometer, di atas puncaknya,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari laporan Jawa Pos Radar Bogor pada Selasa (13/5).

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Data seismograf mencatat bahwa erupsi kedua ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 22 milimeter dengan durasi letusan mencapai 165 detik. Material abu vulkanik berwarna kelabu dengan tingkat ketebalan sedang hingga pekat terlontar ke arah barat.

Pada erupsi pertama yang terjadi menjelang dini hari, gumpalan abu setinggi 600 meter terlihat membumbung ke atmosfer. Arah penyebaran abu juga dominan menuju ke sisi barat dengan intensitas ketebalan yang signifikan.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

“Kami mengamati kolom abu berwarna abu-abu dengan ketebalan yang cukup pekat bergerak ke arah Barat. Erupsi ini terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 150 detik,” jelas Yadi lebih lanjut.

Gunung Semeru memang dikenal sebagai gunung api aktif yang secara periodik mengeluarkan erupsi. Aktivitas vulkaniknya terus dipantau secara saksama oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berdasarkan informasi dari Aplikasi MAGMA Indonesia, status gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini masih berada pada level Waspada atau Level II.

Menyikapi aktivitas vulkanik yang meningkat ini, PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk menjauhi zona berbahaya yang berada di sekitar kawah puncak dan sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru. Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana susulan.

Selain bahaya awan panas, PVMBG juga memberikan peringatan akan kemungkinan terjadinya guguran lava dan aliran lahar dingin, terutama saat curah hujan tinggi. Jalur-jalur sungai yang bermuara dari puncak Mahameru menjadi area yang sangat perlu diwaspadai karena berpotensi membawa material vulkanik yang berbahaya. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.