Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno harus terus dijaga dalam tubuh TNI.
“Bung Karno pernah berpesan, TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional. Nilai-nilai inilah yang harus terus hidup di setiap prajurit,” tambahnya.
Baca Juga: SPPG Ringinanyar Mulai Jalan Dulu, Ahli Gizi dan SLHS Menyusul: Pengawasan Ke Mana?
Bagi prajurit, ziarah bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah refleksi spiritual untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian. Semangat Bung Karno dianggap sebagai api perjuangan yang terus menyala di dada setiap prajurit, terutama dalam menghadapi tantangan zaman.
Usai prosesi tabur bunga, rombongan TNI melanjutkan ramah tamah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Suasana hangat terlihat ketika prajurit lintas matra berbaur, memperkuat kebersamaan sebagai satu kesatuan TNI yang solid.
Baca Juga: RUPS BPR Penataran, Perkuat Manajemen Risiko Kredit
Peringatan HUT TNI ke-80 di Blitar ini seolah menjadi pengingat, bahwa kekuatan militer bukan hanya terletak pada persenjataan, melainkan juga pada semangat dan jiwa pengabdian yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.**












