Disamping itu, terdapat sebagian perihal yang lain yang menjadikan UMKM terus menjadi terpuruk. Di antara lain kurang meratanya infrastruktur jaringan komunikasi, logistik, serta Dorongan Sosial( bansos) serta pendataan UMKM.
Sedangkan itu Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan serta UMKM Departemen Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin blak- blakkan soal hambatan yang menimbulkan terpuruknya UMKM tersebut. Rudy mengakui, sepanjang pandemi pemerintah kesusahan mendata para pelakon UMKM yang tersebar di pulau Jawa sampai ke bermacam daerah yang lain di luar Jawa.
Oleh sebab itu, terdapat sebagian UMKM yang tidak terdata serta tersalurkan dana bansos. Rudy jua memaparkan, pendataan itu didapat dari bank serta komunitas UMKM buat menyalurkan dana bansos tersebut.
“ Terikat dengan bansos ini, jujur kita baru mendesak pendataannya di bulan Agustus 2020. Karna bulan April 2020 kita tidak ada informasi apa pun. Itu( informasi) ambil dari bank, Pegadaian, komunitas UMKM serta sebagainya. Kesimpulannya kita mampu mendeteksi, mana yang UMKM mikro serta ultra mikro. Ini yang bakal kita perbaiki serta benahi di 2021,” kata Rudy.
Sehabis pendataan, Rudy melanjutkan, timnya bersama kementrian serta lembaga terpaut berencana melakukan pembinaan pada beberapa UMKM. Tujuannya, tentu saja mempermudah UMKM dalam mengakses bahan baku, pemasaran, marketing serta lain sebagainya.
“ Jadi, hal itu semuanya dirancang semuanya agar mampu menyokong UMKM dari kota sampai ke pelosok desa. Sehingga butuh dicoba revisi data biar bansos pas target,” tutur Rudy.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung












