- Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono merasa difitnah atas narasi yang menyeret namanya dalam isu ijazah palsu Joko Widodo.
- Partai Demokrat mengidentifikasi sejumlah akun media sosial yang menyebarkan hoaks masif dan telah melayangkan somasi terbuka.
- Langkah hukum formal sedang dipertimbangkan sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya pembunuhan karakter yang merusak reputasi sang negarawan.
Partai Demokrat Siap Pidanakan Penyebar Hoaks Ijazah Palsu
Gerah dengan serangan fitnah yang kian liar di jagat digital, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sinyal kuat untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum demi menjaga martabat dan kehormatan dirinya.
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, dikabarkan tidak akan tinggal diam menghadapi gelombang tudingan tak berdasar yang mengaitkan dirinya dengan polemik ijazah Joko Widodo.
Baca Juga: Tragedi Balita Jatuh dari Balkon Apartemen Jatinegara Akibat Ditinggal Orang Tua Sendirian
Melalui jajaran DPP Partai Demokrat, SBY menegaskan bahwa keterlibatan yang dituduhkan oleh sejumlah pihak di media sosial adalah murni kabar bohong atau hoaks.
Pernyataan tegas ini muncul setelah narasi negatif yang menyeret namanya berkembang pesat, terutama di platform seperti TikTok, yang dianggap sudah melampaui batas kewajaran dan mencederai etika berpolitik.
Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief, mengungkapkan bahwa SBY merasa sangat terganggu dengan framing yang mencoba menjadikannya sebagai “dalang” di balik isu tersebut. Menurut Andi, selama ini SBY selalu mengedepankan cara-cara berpolitik yang bersih dan beretika.
Namun, ketika fitnah dilancarkan secara sistematis untuk menjatuhkan kredibilitas, maka perlawanan hukum menjadi pilihan yang rasional dan perlu diambil. Langkah awal yang telah ditempuh adalah melayangkan somasi kepada beberapa pemilik akun media sosial yang terdeteksi menyebarkan konten manipulatif tersebut.
FAQ
SBY merasa difitnah dan dirugikan oleh narasi di media sosial yang menuduhnya sebagai dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi, sehingga langkah hukum diambil untuk melindungi nama baiknya
Pihak Demokrat menyasar akun-akun media sosial (seperti di TikTok dan Facebook) yang secara masif menyebarkan konten bohong terkait keterlibatan SBY.
Menurut keterangan Partai Demokrat, hubungan antara SBY dan Jokowi tetap berjalan baik dan harmonis, tidak terpengaruh oleh isu yang berkembang di media sosial.
Tim hukum Partai Demokrat terlebih dahulu melayangkan somasi terbuka kepada pihak-pihak terkait agar menghentikan penyebaran fitnah tersebut sebelum masuk ke laporan pidana.












