Agenda yang dipusatkan di Joglo Dusun Templek, Rabu (11/02/2026), ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga melalui personel yang kompeten dan siap siaga.
Langkah penguatan ini diambil mengingat peran Satlinmas yang sangat krusial sebagai pihak pertama yang bersentuhan langsung dengan kejadian di desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan kepercayaan diri bagi anggota dalam mengambil tindakan cepat dan tepat saat terjadi krisis.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP menggandeng pakar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri. Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan memberikan pembekalan yang komprehensif, mencakup aspek penyelamatan nyawa manusia hingga perlindungan aset warga.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Materi pertama yang diberikan oleh tim BPBD berfokus pada Penanganan Pencegahan Gawat Darurat (PPGD). Pada sesi ini, para peserta diajarkan teknik-teknik dasar pertolongan pertama, mulai dari menangani korban pingsan hingga prosedur penstabilan korban kecelakaan sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan. Simulasi praktik lapangan dilakukan agar anggota Satlinmas tidak canggung saat menghadapi situasi nyata yang penuh tekanan.
Tak kalah penting, tim Damkar memimpin sesi manajemen proteksi kebakaran. Para anggota dilatih untuk tidak panik saat menghadapi kobaran api. Edukasi dimulai dari hal yang paling sering terjadi di pemukiman, yakni kebocoran tabung gas LPG.
Baca Juga: Tombok Togel, Pande Besi Diringkus, Inilah Modusnya
Personel diajarkan cara menghentikan kebocoran dengan aman serta teknik pemadaman api ringan menggunakan alat tradisional seperti karung goni basah maupun alat modern (APAR).
Menariknya, pelatihan kali ini juga menyisipkan materi evakuasi hewan liar atau satwa berbahaya. Kesiapan ini diberikan agar Satlinmas mampu menangani gangguan seperti masuknya ular atau hewan buas lainnya ke rumah warga tanpa membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Kaleb Untung Satrio Wicaksono menegaskan bahwa target akhir dari rangkaian pelatihan ini adalah terwujudnya “Desa Tangguh Bencana”. Dengan personel yang terampil, diharapkan setiap potensi gangguan keamanan maupun bencana alam di wilayah Kecamatan Puncu dapat ditangani secara dini sebelum meluas.
“Kami ingin anggota Satlinmas lebih responsif dan tidak lagi hanya menjadi penonton saat ada kejadian. Mereka harus menjadi pelopor keamanan yang mandiri di wilayahnya masing-masing,” tutur Kaleb saat meninjau jalannya pelatihan.
Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap instruksi narasumber. Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini berjalan dengan tertib dan menghasilkan kesepahaman baru mengenai pentingnya koordinasi cepat antara Linmas dengan instansi terkait di Kabupaten Kediri.












