Example floating
Example floating
Daerah

Santri Pondok Pesantren Balerejo Tenggelam, Terseret Arus Sungai Jeroan

A. Daroini
×

Santri Pondok Pesantren Balerejo Tenggelam, Terseret Arus Sungai Jeroan

Sebarkan artikel ini
santri tenggelam terseret arus

santri tenggelam terseret arus

Madiun. Memo.co.id

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Kasus tenggelamnya santri di sungai terjadi lagi. Kali ini, terjadi di sungai Jeroan di Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Korbannya adalah Muhammad Ujang Rahmad, satri Pondok Pesantren Wisma Wisnu Balerejo Madiun.

Dugaan kuat bahwa santri terserbut terseret arus sungai karena sebelumnya, ada warga yang mellihat santri tersebut sednag mandi di sungai. Padahal, arus di sungai Jeroan cukup banter. Apaklagi, di tengah hujan yang mengguyur Kabupaten madiun terus menerus, membuat arus sungai menjadi kencang.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun Heri Suyoko mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari pengasuh pondok pesantren di Balerejo, Laporan yang dia terima adalah hilangnya santrinya setelah ada warga yang mengetahuiu sedang mandi di sungai tersebut.

” Informasi yang saya terima, korban tenggelam pada Rabu sekitar pukul 3 sore di sungai Jeroan. Karena arusnya cukup deras, pencarian sering mendapatkan kendala dengan kondisi arus tersebut. Namun, karena ini misi kemanusiaan, harus terus dilakukan sampai korban ditemukan,” kata Heri Suyoko.

Baca Juga: Banjir Berkah Program Spesial Ramadan 1447 H Bank Jatim Iftar Eksklusif KMG Berhadiah Umroh Hingga KPR Bunga 364 Persen Untuk Nasabah

Pencarian yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Madiun, dibantu oleh tim Tagana serta warga sekitar. Korban bernama Mohammad Ujang Rahmat, warga Desa Mlorah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk yang merupakan santri Pondok Pesantren Wisma Wisnu Balerejo. Pemuda 22 tahun tersebut terakhir kali terlihat rekannya sedang mandi di sungai.

Pihak BPBD Kabupaten Madiun meminta masyarakat yang tinggal di sekitar sungai untuk tidak melakukan mandi sungai karena arus bisa datang kapan saja dan dimana saja. Biasanya, arus datang sangat cepat karena berasal dari dataran yang lebih tinggi. Sedang air bah yang dari luapan hujan, selalu tertahan di daerah pegunungan. Namun, jika air tersebut bergeser ke sungai, arusnya menjadi besar. ( nu )