Dalam penyuluhan yang diselenggarakan secara interaktif tersebut, petugas Satlantas menyampaikan sejumlah materi seperti kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, larangan membawa penumpang lebih dari satu orang di sepeda motor, serta bahaya bermain ponsel saat berkendara. Tak hanya itu, santri juga diperkenalkan berbagai rambu lalu lintas serta pentingnya membawa kelengkapan surat kendaraan.
Sebagai bentuk apresiasi, Satlantas Mojokerto turut membagikan helm SNI secara gratis kepada para santri yang mampu menjawab kuis seputar keselamatan berkendara. Antusiasme para santri pun cukup tinggi, terlihat dari banyaknya yang aktif berpartisipasi dan bertanya.
Baca Juga: Ratusan Santri Demo Kejari Gresik Protes Penetapan Tersangka Korupsi Pengasuh Pondok Pesantren
Ustadz Fathurrahman, perwakilan pesantren, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi para santri yang sebelumnya belum memahami secara utuh soal aturan berlalu lintas.
“Ini sangat positif. Santri jadi lebih sadar akan pentingnya keselamatan saat di jalan. Semoga kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Satlantas Polres Mojokerto sendiri menempatkan kalangan pelajar dan pesantren sebagai mitra penting dalam menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan. Melalui pendekatan edukatif, mereka berharap tercipta budaya tertib lalu lintas yang kuat di tengah masyarakat.












