“Banyak analis berpendapat bahwa penurunan ini karena Omicron yang meluas yang mendorong penurunan aktivitas ekonomi,” tuturnya.
Sementara, faktor dalam negeri sendiri kasus Omicron juga masih meningkat dan dapat berdampak negatif kepada perekonomian. Apalagi tingginya angka inflasi menambah kecemasan para pelaku pasar. Sebab, daya beli yang menurun karena inflasi juga bisa mengganggu pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Kejutan Juli Dana Triliunan Rupiah Siap Guyur Lembaga Investasi BPI Danantara
“Rupiah berpotensi melemah ke kisaran 14.380, dengan support di kisaran 14.330,” pungkasnya.












