“Kami menuntut Menteri ESDM dipecat! Kebijakannya hanya membuat masyarakat semakin kesulitan,” serunya.
Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 200 orang, termasuk elemen Partai Buruh, yang turut serta menyuarakan keresahan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kg.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat untuk bersabar, terutama dalam masa transisi kebijakan yang menghapus penjualan LPG 3 kg di pengecer dan memusatkannya ke pangkalan resmi.
“Kami minta sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Bahlil dalam konferensi pers bertajuk “Capaian Sektor ESDM Tahun 2024 dan Rencana Kerja Tahun 2025” di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Bahlil juga membantah adanya kelangkaan LPG 3 kg, menurutnya masyarakat hanya perlu menempuh jarak lebih jauh untuk membeli gas melon ini.
“Dulu bisa beli di pengecer yang jaraknya hanya 100 meter, sekarang mungkin harus berjalan 500 meter hingga 1 kilometer. Ini hanya soal distribusi, bukan kelangkaan,” jelasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Namun, pernyataan ini justru semakin memicu kemarahan publik, karena kebijakan baru dianggap menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan LPG 3 kg.












