Dia menambahkan bahwa tahapan In-Orbit Testing (IOT) telah dilakukan pada awal November untuk mengevaluasi kinerja satelit, terutama pada subsistem payload. Setelah itu, SATRIA-1 akan diintegrasikan dengan sistem ground dan diuji secara menyeluruh agar siap untuk beroperasi.
SATRIA-1: Solusi Akses Internet di Daerah 3T, Langkah dan Prosesnya
Sebelumnya, semua proses instalasi Radio Frequency Gateway (RFGW) sebesar 13 meter dan Carrier System Monitoring (CSM) SATRIA-1 di sebelas gateway atau stasiun pengendali di bumi telah selesai.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
“BAKTI juga telah menyelesaikan kegiatan OSAT (on site acceptance test) untuk perangkat RFGW dan CSM,” tambahnya.
OSAT adalah kegiatan uji coba dan pengecekan di lokasi untuk memastikan kesiapan perangkat sebelum digunakan.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Sebelas stasiun bumi tersebut antara lain GW01 di Batam, Kepulauan Riau; GW02 di Cikarang, Jawa Barat; GW03 di Pontianak, Kalimantan Barat; GW04 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan; serta GW05 di Tarakan, Kalimantan Utara; GW06 di Manado, Sulawesi Utara; GW07 di Kupang, NTT; GW08 di Ambon, Maluku; GW10 di Timika, Papua; dan GW11 di Jayapura, Papua.
Diharapkan bahwa beroperasinya Satelit SATRIA-1 dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah 3T, khususnya dalam membantu mereka terhubung dengan dunia digital serta membuka peluang baru untuk berkembang.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Satelit SATRIA-1: Menjawab Kebutuhan Akses Internet Gratis di Daerah 3T, Optimisme BAKTI Kominfo
Diharapkan, kehadiran Satelit SATRIA-1 tak hanya memberikan konektivitas digital, tetapi juga membuka kesempatan baru bagi masyarakat 3T untuk berkembang secara teknologi. Dengan berbagai tahap pengujian yang telah dilalui, optimisme tumbuh akan manfaat positif yang dapat dibawa oleh satelit ini, menjadikan akses internet sebagai tonggak bagi kemajuan masyarakat di daerah-daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.












