Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Tekno Digi

Revolution! Diler Mobil Terancam Punah oleh Penjualan Online?

Alfi Fida
×

Revolution! Diler Mobil Terancam Punah oleh Penjualan Online?

Sebarkan artikel ini
Revolution! Diler Mobil Terancam Punah oleh Penjualan Online?
Revolution! Diler Mobil Terancam Punah oleh Penjualan Online?

MEMO

Transformasi digital dalam industri otomotif telah menciptakan pergeseran signifikan, di mana konsumen beralih ke platform online untuk memenuhi kebutuhan produk otomotif mereka. Hal ini tercermin dari lonjakan penjualan melalui e-commerce seperti Lazada yang bahkan merambah ke kanal khusus otomotif. Namun, apakah evolusi ini benar-benar menggeser eksistensi bengkel dan diler konvensional secara signifikan?

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Transformasi Otomotif: Eksistensi Diler dan Bengkel di Era Digital

Dalam tren perlahan-lahan, diler mobil mulai ditinggalkan oleh konsumen yang beralih ke sistem online. Kemunculan platform online di sektor produk otomotif telah menjadi peluang yang diidentifikasi oleh e-commerce.

E-commerce seperti Lazada bahkan telah menangkap tren ini dengan menciptakan kanal khusus untuk produk otomotif, yaitu Laz Otomotif, karena terjadi peningkatan penjualan di sektor ini.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Meskipun begitu, Lazada menegaskan bahwa peralihan penjualan produk otomotif secara online tidak sepenuhnya mengesampingkan bengkel offline.

“Para bengkel tradisional tidak terpinggirkan, malah jumlahnya masih banyak, mereka juga terlibat dalam penjualan. Tetapi karena banyak suku cadang yang memerlukan pemasangan, mereka menjadi perantara dalam proses pemasangan. Selain itu, penjualan produk otomotif di platform kami juga meningkat tiga kali lipat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Canggih Satriatama, VP Automotive Category Lazada Indonesia, seperti yang dilansir pada Rabu (29/11/23).

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Keberadaan platform digital seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi diler yang telah eksis lebih dulu. Sebaliknya, jangkauan dari diler dapat semakin meluas karena produk yang mereka jual dapat dijangkau oleh lebih banyak orang.

Sehingga, kondisi ini belum mengarah pada situasi dimana diler otomotif akan ‘punah’, karena penjualan online dan bisnis diler berjalan secara berdampingan.

“Sebenarnya kami bekerja sama dengan diler-diler ini karena setelah pembelian kendaraan, pengalaman menggunakan kendaraan itu sendiri menjadi penting, jadi kami menyediakan fasilitas yang mendukung pengalaman ini,” jelas Canggih.

“Jadi jangan melihat kami sebagai pesaing, sebaliknya, kami hadir untuk memperluas jangkauan, sehingga diler-diler kami dapat menjangkau lebih banyak audiens,” tambahnya.

Harmoni Strategis: Peran Bengkel Konvensional di Tengah Lonjakan Penjualan Online

Pendapat ini juga didukung oleh Lie Se Chiang, Head of Retail Marketing and Business Development PT Astra Otoparts. Menurutnya, peran diler dan bengkel tetap relevan meskipun penjualan secara online terus berkembang.

Hal ini disebabkan oleh beberapa suku cadang yang tetap memerlukan penanganan langsung oleh teknisi di diler atau bengkel resmi.

“Kita sedang menjajaki omnichannel, semua cara akan kita gunakan. Namun jika hanya berjualan online tanpa adanya toko fisik, barang dapat dikirim tetapi belum tentu dapat dipasang. Oleh karena itu, kita masih memiliki cukup banyak toko offline yang dapat dimanfaatkan,” ujar Lie Se Chiang.

Sebenarnya, konsumen sudah dapat melakukan pembelian secara online melalui platform digital untuk beberapa suku cadang seperti oli, aki, atau ban.

Namun, masih banyak konsumen yang memilih untuk datang langsung ke tempat agar masalah pada kendaraannya dapat langsung diatasi. Sehingga, penjualan secara offline masih mendominasi dibandingkan penjualan secara online.

“Perbandingannya masih lebih banyak pada penjualan di tempat, sekitar 80-20% yang mayoritas masih dilakukan secara offline, terutama bengkel resmi yang masih mendorong konsumen untuk datang langsung, terutama bagi orang yang kurang berpengalaman. Namun, penjualan secara online menyamai peran dari penjualan di toko dan layanan mobilitas online,” ungkapnya.

Harmoni Antara Online dan Offline: Masa Depan Industri Otomotif di Era Digital

Dengan demikian, harmoni antara penjualan online dan offline menjadi kunci sukses dalam menghadapi era digital ini. Industri otomotif tidak melihat kemunculan platform digital sebagai ancaman bagi eksistensi diler konvensional, sebaliknya, sebagai peluang untuk meraih audiens lebih luas.

Kehadiran online dan offline, bila dikelola dengan baik, akan memperkuat ekosistem industri otomotif untuk terus bersaing dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen.