Lebih jauh lagi, Jagatera aktif melibatkan warga dalam proses pemilahan sampah berdasarkan jenis materialnya, mulai dari busa, kaca, kain, hingga logam. Kemitraan yang erat ini memperkuat ekosistem ekonomi sirkular secara keseluruhan, karena setiap elemen masyarakat terlibat secara langsung dalam mata rantai pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
“Sebagai contoh konkret, kami mengajak warga untuk menukarkan sampah yang telah mereka pilah dengan imbalan berupa kasur baru. Dengan cara ini, mereka tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga merasakan manfaat langsung dari upaya tersebut,” jelas Denny dengan antusias.
Denny Pondiu memiliki harapan besar agar model pengelolaan sampah yang diusung oleh Jagatera dapat direplikasi di berbagai kota lainnya. Langkah ini diyakininya sebagai fondasi penting dalam membangun budaya baru yang lebih bertanggung jawab dalam memperlakukan sampah sebagai sumber daya, bukan sekadar barang buangan.












