Kediri, Memo
Menghadapi tantangan lahan pertanian yang terendam banjir, Pemerintah Kabupaten Kediri bergerak cepat. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menyalurkan bantuan benih pertanian dan pupuk di empat titik desa terdampak, sebuah inisiatif konkret untuk meringankan beban para petani.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya di tengah prediksi musim kemarau basah tahun 2025.
Total lebih dari 1.900 kilogram benih padi dan jagung telah didistribusikan Mas Dhito melalui Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi. Bantuan ini mencakup lahan pertanian seluas total 60 hektare, menunjukkan skala respons tanggap yang diberikan.
Rincian penyaluran benih tersebut adalah sebagai berikut:
- Desa Cerme, Kecamatan Grogol: Benih jagung sebanyak 350 kilogram dialokasikan untuk lahan seluas 10 hektare.
- Desa Datengan, Kecamatan Grogol: Bantuan benih padi sebanyak 350 kilogram untuk luasan 10 hektare sawah.
- Desa Merjoyo, Kecamatan Purwoasri: Benih padi diberikan paling banyak, mencapai lebih dari 1.000 kilogram untuk areal pertanian seluas 30 hektare.
- Desa Purwotengah, Kecamatan Papar: Yang mengalami gagal panen pada lahan seluas 10 hektare, menerima bantuan benih jagung hampir mencapai 200 kilogram.
“Ini bentuk respons cepat kami dalam meringankan beban petani akibat lahan sawah yang terendam banjir,” jelas Sukadi saat menyerahkan bantuan di Desa Purwotengah pada Selasa, 8 Juli 2025.
Ia menambahkan, penyaluran ini dilakukan dengan cermat, memastikan varietas benih yang diberikan sesuai dengan kebiasaan tanam petani, mendukung ketahanan pangan nasional, dan meringankan kerugian pasca-banjir.












