Ditanya kepastian pengiriman dokumen tersebut menurut Puji Santoso yang juga merangkap sebagai ketua tem banggar ini belum bisa memastikan. Pasalnya dari TAPD sendiri belum ada konfermasi secara inten.
” Rencana itu gol atau tidak tergantung nanti hasil pembahasan bersama 23 anggota tem banggar.,” tegasnya juga.
Baca Juga: Bom Waktu Skandal Suap 1,2 Milyar di Kejaksaan Pengaruhi Tuntutan JPU, Libatkan Jampidsus Kejagung
Dibalik rencana besar itu ternyata ada salah satu anggota banggar menangkap signyal buruk dibalik rencana pembagian mobil ambulance desa tersebut.
” Yang pasti penilaian publik sudah mengarah pada kepentingan politik.Jadi ada kemungkinan seluruh tem banggar akan muncul satu suara menolak atau menyetujui tunggu perkembangan selanjutnya,” terang anggota banggar Raditya Harya Yuangga.
Tem banggar sebanyak 23 orang masih dikatakan Yuangga dipastikan akan bekerja propesional dan akuntabel.” Kalau usulan itu tidak rasional karena pertimbangan asas manfaatnya juga serapan anggaranya yang besar maka dipastikan seluruh tem banggar akan menolak,” pungkasnya.
Sementara ketika wartawan menghubungi nomor telpon selularnya Plt Sekda Agus Subagjo selaku ketua TAPD Pemkab Nganjuk tidak bersedia merespon. (adi)












