Disinggung harga, masih kata Harisun belum ada perubahan. Untuk harga satu kilo gabah kering diterima BULOG Rp 6.500,- . Sedangkan untuk satu kilogram beras BULOG menerima Rp 12.000,-.
Dengan data tersebut menunjukkan bahwa pencapaian tujuan swasembada pangan sudah di ada depan mata. ” Dengan realita ini, sesuai nstruksi pemerintah, indonesia stop impor beras. Berdayakan dan sejahterakan petani,” papar Herisun.
Baca Juga: Road Show Kemanusiaan AWN Memasuki Hari Ke 19 Berbagi Untuk Kelompok Orang Jalanan
Sementara dikatakan para petani di sejumlah tempat mengaku kepada wartawan titip pean kepada pemerintah agar program SERGAB ini tidak hanya berjalan satu tahun ini saja. Kalau bisa terus dilaksanakan dalam jangka panjang.
” Karena program ini sangat pro petani, bisa menyelamatkan harga gabah petani dan menstabilkan harga beras dipaaran,” terang petani.
Baca Juga: Urat Nadi Kemanusiaan AWN Belum Putus, Hari Ini Kirim Kasur Busa Untuk Sahra
Untuk diketahui juga bahwa dalam rangka pencapaian target penyerapan gabah dan beras secara optimal, ternyata Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk melibatkan Dinas Pertanian mendongkrak program terbarunya yaitu Lahan Tambah Tanam ( LTT ).
Dalam program LTT ini Dinas Pertanian akan mengoptimalkan peran PPL memberikan penyuluhan dan motivasi kepada petani bagaimana dalam satu tahun bisa panen tiga kali berturut turut .Dengan begitu pasokan gabah dari hasil panen petani mampu mensuplay kebutuhan BULOG ( sesuai target). Dan tidak kalah pentingnya kesejahteraan petani bisa terjamin. ( Adi )
Baca Juga: Jelang Lebaran, 86 Lansia Miskin Di Kampungbaru Terima Bansos SARMUKO Dari TP - PKK Kabupaten












