NGANJUK, MDMO – 5 Oktober adalah momentum bersejarah bangsa dan selalu dirayakan sebagai HUT Tentara Nasional Indonesia ( TNI).
Tahun ini ( 2025) , HUT TNI memasuki usia ke 80. Beragam kegiatan digelar. Mulai dari seminar wawasan kebangsaan sampai kegiatan budaya.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
Seperti di Kabupaten Nganjuk, dalam rangka memperingati HUT TNI ke 80, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Kodim 0810 Nganjuk menggelar pertunjukan rakyat berupa wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Eko Suseno.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Kegiatan budaya tersebut digelar di GOR Bung Karno Nganjuk pada Sabtu 11 Oktober 2025 malam.
Hadir sekaligus membuka pertunjukkan ringgit purwo selalu natas yaitu Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi.
Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa
“ Dirgahayu TNI ke-80. TNI jaya, TNI urat nadi rakyat, Indonesia maju. Semoga TNI tetap konsisten jadi pelindung rakyat dan bangsa,” ujar Kang Marhaen.
Ia menegaskan, kekuatan bangsa bersumber dari selalu menjunjung tinggi dan mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan secara nyata.

” Rakyat manunggal bersama TNI, Polri dan pemerintah daerah harus tetap dijaga,” ujar Kang Marhaen.
Kalau sudah manunggal masih kata Kang Marhaen maka akan lahir cinta kasih. Buah dari cinta kasih itu sendiri akan melahirkan kondusifitas wilayah.
Hal senada disampaikan Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Letkol Arh Mohamad Taufan Yudha Bhakti, mengatakan acara perayaan adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. Jauh lebih penting lagi bagaimana TNI menjalankan tugas dan pokok fungsinya untuk menjaga keutuhan bangsa.

Sementara itu dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk, Subani, bahwa kegiatan budaya tersebut selain sebagai sarana edukasi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga media edukasi dan penyampaian informasi yang efektif bagi masyarakat,” kata Subani
Untuk diketahui , pagelaran wayang kulit kali ini mengambil lakon ” Sang Pamong Agung ” melambangkan sosok pemimpin bijaksana, pelindung dan pengayom rakyat.
Rangkaian Pasar Rakyat HUT TNI ke-80 berlangsung selama sepuluh hari, mulai 10 hingga 19 Oktober 2025 di GOR Bung Karno Nganjuk.
Selain pertunjukan wayang kulit, panitia juga membagikan doorprize dan menggelar kuis berhadiah hasil kerja sama antara Bapenda Nganjuk, Mega Elektronik, dan Prima Swalayan. ( Adi)












