“Korban sempat terjatuh dan mengalami luka di bagian lutut serta bajunya robek. Ia kemudian mencari perlindungan ke petugas yang berjaga,” tambahnya.
Anggota kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan pemuda tersebut ke Mapolsek Wiyung. Namun, massa yang mengejar tidak berhenti sampai di situ. Mereka mendatangi kantor polisi dengan asumsi bahwa rekan mereka turut diamankan.
“Kami tidak menahan siapa pun. Hanya saja saat itu memang ada dua orang dari rombongan yang masuk ke dalam, ternyata hanya hendak ke toilet,” jelas Slamet.
Kedua orang itu, termasuk salah satu koordinator lapangan (korlap), kemudian keluar dan menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada massa. Setelah penjelasan tersebut disampaikan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.
“Tidak ada kerusakan maupun tindakan anarkis di dalam markas. Setelah mereka paham situasinya, keadaan kembali aman dan terkendali,” pungkasnya.












