TRENGGALEK, memo.co.id – Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Madani Trenggalek kembali harus menelan pil pahit. Harapan untuk dapat mencairkan tabungan mereka pada Senin (16/06/2025) sirna, setelah pihak koperasi menyatakan bahwa pencairan belum dapat dilakukan.
Ini adalah kali kedua asa mereka tertunda, menyusul aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Pimpinan KSPPS Madani Mundur di Tengah Polemik Memicu Kecaman Publik
Kekecewaan tampak jelas di wajah para anggota yang memadati kantor KSPPS Madani. Niko, salah seorang anggota koperasi, mengungkapkan situasi yang dihadapinya. “Hari ini tidak ada pencairan. Tadi kata petugas Madani, hari ini masih difokuskan untuk penarikan dari kreditur yang macet,” ujarnya kepada Kabar Trenggalek.
Sebelumnya, setelah agenda dengar pendapat antara anggota koperasi dan pengurus KSPPS Madani di Kantor DPRD Trenggalek pada Kamis (12/06/2025), sempat beredar kabar baik bahwa pencairan akan dilakukan keesokan harinya. Namun, Niko mengaku belum menerima pencairan karena keterbatasan dana yang tersedia saat itu.
Baca Juga: DPRD Gelar Hearing Penentu Nasib KSPP Syariah Madani Trenggalek
Senada dengan Niko, Suprihatin, anggota KSPPS Madani yang telah menjadi nasabah sejak 2017, juga merasa kecewa. Ia tergiur dengan kemudahan layanan koperasi yang menawarkan sistem jemput bola dalam aktivitas menabung maupun penarikan dana, namun kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Pihak koperasi, melalui petugas yang berada di lokasi, memberikan penjelasan kepada para anggota yang datang. Bendahara KSPPS Madani, Nurkholison, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah menagih kredit macet dari para debitur.
“Berdasarkan hasil keputusan rapat pengurus tadi malam, hari ini para petugas kami difokuskan untuk menagih kredit yang macet,” terang Nurkholison.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Pengurus KSPPS Madani. Sepanjang pekan ini, koperasi memprioritaskan penarikan kredit daripada pencairan dana anggota. “Iya, [minggu ini fokus untuk penarikan terhadap kreditur. Jadi untuk pencairan kepada anggota masih berhenti dulu],” imbuhnya.
Meskipun demikian, pihak koperasi berjanji akan mulai melakukan pencairan kembali pada pekan depan, tepatnya pada Senin (23/06/2025). Namun, janji ini disertai dengan catatan: pencairan akan dilakukan apabila proses penagihan berjalan lancar dan dana telah tersedia. Para anggota pun hanya bisa berharap, kali ini janji tersebut benar-benar terealisasi.












