Example floating
Example floating
Peristiwa

RAPBN 2026 Dirancang sebagai Senjata Fiskal untuk Perangi Kemiskinan dan Dorong Ekonomi

A. Daroini
×

RAPBN 2026 Dirancang sebagai Senjata Fiskal untuk Perangi Kemiskinan dan Dorong Ekonomi

Sebarkan artikel ini
RAPBN 2026 Dirancang sebagai Senjata Fiskal untuk Perangi Kemiskinan dan Dorong Ekonomi

Said menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar agar tidak memicu gejolak harga di sektor riil maupun guncangan di sisi moneter, yang memerlukan koordinasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia.

Postur Fiskal dan Pergeseran Paradigma

Dalam postur RAPBN 2026, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.153,5 triliun dan belanja negara mencapai Rp3.842,7 triliun, menghasilkan defisit Rp689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Peningkatan belanja akan difokuskan pada penguatan perlindungan sosial, perluasan transfer ke daerah, dan sektor-sektor strategis seperti energi dan pertanian.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Secara lebih mendalam, Said juga menyoroti perlunya pergeseran fundamental dalam strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia mendorong pemerintah untuk meninggalkan pola pertumbuhan berbasis utang dan beralih ke pertumbuhan berbasis pendapatan. Langkah ini, menurutnya, krusial untuk menjadikan APBN lebih sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Di akhir laporannya, Said meminta adanya monitoring ketat dari berbagai lembaga negara untuk memastikan tata kelola APBN 2026 berjalan transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga