“Saya sendiri sudah dua kali terpaksa mengganti baling-baling kapal karena terkena potongan bambu. Jaring ikan saya juga sering tersangkut dan akhirnya sobek,” keluh Makdis.
Sebagai informasi tambahan, pagar laut yang berada di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, memang belum sepenuhnya dicabut. Bahkan, berdasarkan catatan citra satelit, masih terlihat sisa pagar laut sepanjang 812,99 meter jika ditarik garis dari bibir pantai bagian timur ke arah utara Laut Jawa.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Penampakan dari citra satelit juga menunjukkan bahwa sisa pagar laut tersebut memiliki lebar sekitar 150,73 meter. Sementara itu, di sisi barat bibir pantai ke arah utara, panjang sisa pagar laut yang terdata mencapai 787 meter.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti, membenarkan adanya sisa pagar laut yang belum sepenuhnya tercabut. Menurut penjelasannya, belum tuntasnya pencabutan pagar bambu di perairan Kohod disebabkan oleh kendala ketersediaan alat berat yang memadai.
“Benar, di perairan Kohod, berdasarkan hasil patroli terakhir, memang masih tersisa sekitar 600 meter pagar laut. Kami sudah mencoba membongkarnya dengan menarik menggunakan tugboat, namun tidak berhasil. Untuk menuntaskannya, kami membutuhkan alat berat dan ponton,” jelasnya.












