Dalam rentang waktu dari tahun 2015 hingga 2021, para peneliti mengumpulkan data dari hujan udara dan berhasil merekam radiasi gamma Matahari pertama yang mencapai energi sekitar 1 triliun elektron volt.
Nisa menjelaskan, “Setelah melalui pengamatan selama enam tahun, kami akhirnya menemukan kelebihan radiasi sinar gamma ini.”
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Ketika mereka pertama kali menemukan temuan ini, para peneliti merasa terkejut dan sulit dipercaya. Mereka berpikir, “Kami pasti telah membuat kesalahan. Matahari tidak mungkin begitu terang dengan energi sebesar ini.”
Dengan bantuan HAWC, ilmuwan berhasil mengidentifikasi radiasi gamma Matahari dengan energi 10 kali lebih tinggi daripada pengukuran sebelumnya.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Namun, masih ada keraguan di kalangan ilmuwan tentang bagaimana radiasi sinar gamma Matahari mencapai tingkat energi yang sedemikian tinggi dan mengapa mereka ditemukan dalam jumlah yang begitu melimpah.
Dalam pandangan terpisah, Ofer Cohen, seorang fisikawan Matahari dari University of Massachusetts Lowell yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai pengamatan mengenai radiasi sinar gamma Matahari ini memberikan kumpulan data baru yang dapat memberikan petunjuk tentang sifat fisika Matahari dan partikel-partikelnya.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Matahari, dengan temuannya yang baru ini, membawa tantangan baru yang harus dipecahkan oleh para ilmuwan.
Cohen menyatakan, “Ini adalah hal yang positif dalam dunia ilmu pengetahuan, karena masalah yang belum terpecahkanlah yang mendorong kita untuk terus maju,” seperti yang dikutip dari LiveScience.
Matahari Terungkap: Temuan Terbaru Mengenai Cahaya dan Energi Luar Biasa
Secara keseluruhan, penemuan ini menegaskan pentingnya penelitian dan eksplorasi terus-menerus dalam memahami alam semesta di sekitar kita. Matahari, meskipun sangat dekat, ternyata masih memiliki sisi misterius yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Dalam usaha untuk memahami asal usul, sifat, dan perilaku Matahari, kita diingatkan bahwa semangat penemuan manusia tidak pernah berakhir.












