MEMO,Surabaya: Surabaya, 31 Juli 2023 – Kowarteg Indonesia Dukung Ganjar menggelar pelatihan Usaha Mikro Kuliner yang menarik perhatian ibu-ibu di daerah Genting Tambak Dalam, Kelurahan Genting, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur.
Pelatihan kue tar ini dihadiri oleh banyak ibu-ibu yang berharap dapat mandiri dan meningkatkan ekonomi keluarga mereka.
Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa
Kue tar, yang masih menjadi tren di kalangan ibu-ibu, dianggap sebagai salah satu unit usaha yang menjanjikan dengan permintaan yang cukup tinggi.
Kowarteg Indonesia Gelar Pelatihan Kue Tar Untuk Ibu-Ibu Surabaya
Di daerah Genting Tambak Dalam, Kelurahan Genting, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (30/7), diadakan acara pelatihan Usaha Mikro Kuliner bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Ular Piton 5 Meter Teror Warga Tandes Surabaya Masuk Kandang Ayam
Acara ini diselenggarakan atas prakarsa Kowarteg Indonesia Dukung Ganjar, sebagai upaya untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, terutama ibu-ibu di Surabaya.
Kue Tar, Usaha Mikro Kuliner Tren di Kalangan Ibu-Ibu
“Kami mengadakan pelatihan pembuatan kue tar bagi para ibu-ibu, sehingga mereka dapat mandiri dan meningkatkan ekonomi keluarga mereka,” ungkap Koordinator Wilayah Kowarteg Indonesia Jawa Timur, Kiki Kurniawan, dalam sebuah wawancara dengan rri.co.id, pada Senin (31/7/2023).
Menurut Kiki, kue tar masih sangat populer di kalangan ibu-ibu dan wanita sebagai salah satu jenis usaha yang dapat dikembangkan, karena permintaan akan kue tar cukup tinggi.
“Kue tar ini masih menjadi tren di kalangan ibu-ibu dan masyarakat, permintaannya cukup tinggi, dan kami yakin pelatihan ini dapat menjadi dasar untuk membuka unit usaha baru,” lanjutnya.
Kiki menjelaskan bahwa masyarakat merespons dengan baik pelatihan yang diberikan oleh Kowarteg Indonesia karena sangat bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru di bidang kuliner.
“Para kader PKK dan staf sangat mendukung acara yang kami selenggarakan, mereka merespons dengan antusias dan senantiasa ingin berkolaborasi dengan kami di masa depan,” ujar Kiki.
Kiki berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan keterampilan masyarakat, terutama para ibu.
“Harapannya, para peserta pelatihan dapat memperoleh keterampilan tambahan dan dapat bertahan hidup mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.
(Kue Tar, Usaha Mikro Kuliner Tren di Kalangan Ibu-Ibu): Pelatihan kue tar yang diselenggarakan oleh Kowarteg Indonesia Dukung Ganjar sukses menginspirasi ibu-ibu di Surabaya untuk menjalankan usaha mikro kuliner. Kue tar, yang populer di kalangan ibu-ibu dan masyarakat, memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dengan permintaan yang terus meningkat.
(Kowarteg Indonesia Gelar Pelatihan Kue Tar Untuk Ibu-Ibu Surabaya): Acara pelatihan kue tar ini dihadiri dengan antusias oleh para peserta, terutama para kader PKK dan staf, yang sangat mendukung upaya Kowarteg Indonesia dalam memberdayakan masyarakat.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk menciptakan dampak positif bagi kesejahteraan dan keterampilan masyarakat, khususnya para ibu.
(Rahasia Sukses Kue Tar! Ibu-Ibu Surabaya Kini Kaya!): Dengan adanya pelatihan kue tar ini, ibu-ibu Surabaya diharapkan dapat memilih tambahan skill dan tetap mengikuti perkembangan zaman untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga mereka.
Kue tar, yang menjadi simbol usaha mikro kuliner yang sukses, membuktikan bahwa dengan semangat dan dukungan yang tepat, ibu-ibu dapat mencapai kesuksesan dan kekayaan dalam mengembangkan usaha mereka.












