Seiring berjalannya waktu, eFishery tumbuh pesat. Mereka tidak hanya menyediakan alat bagi para petani ikan, tetapi juga memberikan modal kerja dan membeli ikan-ikan tersebut untuk dijual ke restoran.
Menurut Patrick, keberhasilan eFishery sangat luar biasa mengingat bisnis serupa di negara lain tidak seberhasil di Indonesia. Pendapatan mereka bulan terakhir sudah mencapai Rp 4 triliun dan bisnis ini lebih menguntungkan dibandingkan Gojek.
Baca Juga: Indonesia Jangan Ketinggalan! Wapres Gibran Dorong Anak Muda Kuasai AI
Putaran pendanaan terakhir eFishery, yaitu seri D, melibatkan investor utama seperti Abu Dhabi 42XFund, perusahaan dana pensiun Malaysia KWAP, responsAbility dari Swiss, dan 500 Global sebagai investor pendukung.
Hasil kerja keras Gibran terbayar dengan nilai saham pendiri eFishery yang kini mencapai US$ 100 juta setelah putaran pendanaan terakhir.
Baca Juga: Robot-Robot Canggih ITS Siap Taklukkan Panggung Dunia
Perjalanan Gemilang Gibran Huzaifah: Dari Tantangan Hingga Kesuksesan eFishery yang Menginspirasi
Kisah perjuangan Gibran Huzaifah menginspirasi banyak orang. Dari masa-masa sulitnya saat kuliah di ITB hingga menjadi pendiri sukses eFishery dengan kekayaan mencapai Rp 1,59 triliun, perjalanan hidupnya adalah bukti bahwa kegigihan dan inovasi bisa mengatasi segala rintangan.
Melalui ide cemerlangnya mengenai alat pemberi makan otomatis untuk kolam lele berbasis teknologi IoT, Gibran tidak hanya mengatasi kendala bisnis tetapi juga memberikan dampak positif kepada petani ikan di Indonesia.
Baca Juga: Sistem Digital Canggih Ini Bikin Dokumen Anti-Tipu
Dukungan investor kelas kakap seperti Patrick Walujo serta putaran pendanaan terbaru menegaskan posisi eFishery sebagai keberhasilan luar biasa dalam dunia akuakultur.












