Dia juga mengatakan bahwa awal musim hujan berkaitan dengan perubahan angin Monsun Australia menjadi Monsun Asia. Saat ini, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia, dan oleh karena itu, diprediksi bahwa hujan akan turun mulai bulan November.
Namun, Dwikorita juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kebakaran, karena meskipun musim kemarau kering akan berakhir, kondisi masih kering pada bulan Oktober ini, sehingga risiko kebakaran masih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran.
Baca Juga: Rekor 13 Bulan Panas Berakhir: Apa Arti Kenaikan Suhu Ini?
Mengapa Musim Kemarau Kering Berakhir di Akhir Oktober? Penyebabnya Terkuak
Dalam rangka memahami perubahan musim cuaca di Indonesia, kita perlu meninjau faktor-faktor seperti El Nino dan IOD. Menurut BMKG, intensitas El Nino yang masih tinggi pada bulan Oktober membuat musim kemarau kering berlanjut, dan hal ini diperkirakan akan bertahan hingga tahun depan.
Namun, dengan memasuki bulan November, peralihan angin Monsun Asia mulai terasa, mengakhiri kemarau secara bertahap. Meskipun demikian, peringatan tetap diberikan agar masyarakat tidak meremehkan risiko kebakaran selama Oktober yang masih kering.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Pemahaman akan perubahan iklim ini sangat penting, dan harapan besar adalah bahwa musim hujan akan membawa berkah setelah kemarau yang panjang.












