Example floating
Example floating
Home

Rahasia Memilih Rumah: KPR vs Rumah Bekas, Manakah Lebih Menguntungkan?

Alfi Fida
×

Rahasia Memilih Rumah: KPR vs Rumah Bekas, Manakah Lebih Menguntungkan?

Sebarkan artikel ini
Rahasia Memilih Rumah: KPR vs Rumah Bekas, Manakah Lebih Menguntungkan?
Rahasia Memilih Rumah: KPR vs Rumah Bekas, Manakah Lebih Menguntungkan?

MEMO

Dalam memilih rumah, pertimbangkan antara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan rumah bekas. Analisis keuntungan dan kerugian keduanya dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat sesuai dengan situasi keuangan dan preferensi. Berikut perbandingan lengkap untuk memandu langkah Anda.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Kelebihan dan Kerugian Pembelian Properti: Analisis KPR dan Rumah Bekas

Setiap individu pasti menginginkan memiliki rumah pribadi. Ada berbagai cara untuk mewujudkannya, seperti memilih untuk membeli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau mencari rumah bekas. Kedua opsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari segi finansial maupun kualitasnya.

Setiap orang tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih rumah yang ingin dibeli. Jadi, apakah lebih baik memilih rumah melalui KPR atau rumah bekas?

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Keuntungan dan Kerugian Membeli Rumah Melalui KPR Menurut Andi Nugroho, seorang perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), jika dibandingkan secara langsung antara rumah bekas dan rumah melalui KPR, lebih disarankan untuk membeli hunian melalui KPR.

Pendapat tersebut didasarkan pada asumsi bahwa rumah bekas dibeli secara tunai. Dalam hal ini, diasumsikan bahwa luas tanah dan bangunan dari kedua rumah tersebut sama, kualitas bangunan serupa, dan berada dalam lingkungan yang memiliki Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang sama.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

“Jika kedua rumah memiliki perbandingan yang sama, saya akan memilih rumah yang dibeli melalui KPR. Karena kondisinya masih baru, sehingga umur pakainya bisa lebih panjang dibandingkan rumah bekas,” ujar Andi pada Jumat (22/12).

Andi juga menyebutkan bahwa umur pakai yang lebih lama akan menghemat biaya pemeliharaan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Ada keuntungan lainnya dalam membeli rumah melalui KPR, yaitu karena pembelian dilakukan melalui KPR, modal yang dibutuhkan relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembelian secara tunai.

“Kita hanya perlu sekitar 20 persen dari harga jual rumah sebagai pembayaran DP, pengikatan jual-beli, dan pembayaran awal,” tambah Andi.

Menurut Andi, hal ini memberikan keuntungan finansial karena Anda dapat mengalokasikan dana lainnya untuk membeli perabotan rumah.

Selain itu, karena rumah melalui KPR masih baru dan dalam kondisi asli, Anda lebih leluasa untuk melakukan renovasi pada bagian-bagian rumah yang dianggap kurang cocok.

Namun, perlu dipertimbangkan juga kerugian dari pembelian rumah melalui KPR. Terkadang, Anda perlu menunggu beberapa waktu agar rumah yang dibeli selesai dibangun dan dapat ditempati.

Andi juga mengatakan bahwa infrastruktur dan fasilitas umum di sekitar rumah mungkin belum sepenuhnya tersedia ketika pembelian dilakukan.

Kerugian lainnya adalah karena pembelian dilakukan secara kredit, total uang yang harus dibayarkan hingga pelunasan nanti bisa jauh lebih besar dibandingkan dengan harga pembelian tunai.

“Sebagai contoh, jika harganya tunai Rp300 juta, karena pembelian melalui KPR, total yang harus dibayarkan hingga lunas bisa mencapai Rp400 juta,” jelas Andi.

Keuntungan dan Kerugian Membeli Rumah Bekas Andi juga menjelaskan bahwa keuntungan dari membeli rumah bekas secara tunai adalah rumah tersebut sudah siap huni. Artinya, Anda dapat langsung menempati rumah tersebut.

“Keuntungan finansialnya adalah karena pembelian tunai, jumlah total uang yang harus dibayarkan hanya sebesar harga jual rumah,” ungkapnya.

Strategi Keuangan Memilih Rumah: KPR untuk Umur Panjang atau Rumah Bekas?

Menurut Andi, keuntungan lain dari membeli rumah bekas adalah sertifikat rumah dapat langsung dimiliki oleh pemilik baru.

Sebagai contoh, jika rumah dijual dengan harga Rp300 juta, maka total uang yang harus Anda keluarkan untuk membelinya hanya sebesar Rp300 juta.

Namun, ada kerugian dalam membeli rumah bekas secara tunai, yaitu modal yang dibutuhkan relatif lebih besar dibandingkan dengan pembelian melalui KPR. Hal ini dikarenakan Anda harus membayar secara langsung 100 persen dari harga jual rumah.

Selain itu, jika terdapat bagian rumah yang tidak sesuai dengan keinginan Anda, renovasi mungkin akan sulit dilakukan karena dapat merusak konstruksi bangunan.

Kemudian, karena nilai rumah dapat meningkat seiring waktu, harga yang Anda bayarkan mungkin sudah lebih tinggi daripada harga yang dibayar oleh pemilik sebelumnya.

Budi Rahardjo, seorang Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning, menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli rumah, baik melalui KPR maupun rumah bekas.

Pertama, perhatikan kondisi rumah. Menurut Budi, biasanya rumah bekas memerlukan perbaikan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dibandingkan dengan rumah baru.

“Namun di sisi lain, hal ini juga bisa menjadi kelebihan dalam negosiasi harga kepada pemilik sebelumnya,” tambah Budi.

Kedua, penting untuk memeriksa dokumen-dokumen terkait. Budi menyebutkan bahwa surat-surat rumah bekas biasanya memiliki status yang lebih jelas, apakah sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB), dibandingkan dengan rumah baru yang mungkin suratnya masih dalam proses untuk mendapatkan sertifikat.

Ketiga, perhatikan biaya pembelian. Berbeda dengan pembelian rumah baru yang biasanya memiliki kebijakan uang muka rendah dari pemerintah, pembelian rumah bekas membutuhkan uang muka sesuai dengan aturan minimal DP normal.

Budi juga menekankan perbedaan dari segi bunga, dimana pembelian rumah baru biasanya memiliki kebijakan bunga promo yang lebih rendah dibandingkan dengan bunga pinjaman untuk rumah bekas.

“Namun, proses pembelian rumah baik baru maupun bekas pada dasarnya tetap sama,” tutup Budi.

Perbandingan KPR dan Rumah Bekas: Keuntungan, Kerugian, dan Panduan Pemilihan Terbaik

Pilihan antara KPR dan rumah bekas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Memilih rumah melalui KPR dapat memberikan keuntungan dalam hal umur pemakaian yang lebih panjang, pembayaran awal yang lebih ringan, dan fleksibilitas renovasi.

Namun, ada juga kerugian seperti waktu menunggu dan total biaya yang lebih besar hingga pelunasan. Di sisi lain, rumah bekas secara tunai memungkinkan Anda untuk langsung menempati rumah dan memiliki kejelasan harga, tetapi memerlukan modal yang lebih besar dan kemungkinan kesulitan dalam renovasi.

Pertimbangkan kondisi rumah, dokumen terkait, dan biaya pembelian sebagai faktor krusial dalam memilih opsi terbaik untuk kebutuhan Anda.