Korea Selatan memiliki rencana ambisius untuk menarik lebih dari 20 juta turis asing pada tahun 2024. Dalam upaya mencapai tujuan ini, pemerintah Korea Selatan, yang diwakili oleh Perdana Menteri Han Duck-soo, berencana untuk memberikan fasilitas tambahan kepada wisatawan asing yang berkunjung. Rencana ini mencakup pemberian tunjangan visa dan pembebasan bea masuk.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Pada pertemuan pemerintah Korea Selatan yang diadakan pada Jumat (8/12/2023), Han Duck-soo menyampaikan tujuan tersebut. Langkah ini diambil untuk menggairahkan industri pariwisata di Gwangju, kota selatan Korea Selatan.
Pemerintah menetapkan target pendapatan pariwisata sebesar US$24,5 miliar atau sekitar Rp379,9 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.510/US$) pada tahun 2024.
Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya
Pembebasan Visa dan Peningkatan Pajak: Transformasi Industri Pariwisata Korea Selatan
Han Duck-soo menjelaskan, “(Pemerintah) akan meningkatkan kenyamanan secara signifikan dengan memperluas pembebasan biaya visa elektronik untuk kelompok-kelompok tertentu dan meningkatkan batas pengembalian pajak segera setelah belanja bebas bea.” Pernyataan ini dikutip dari Yonhap News Agency pada Sabtu (9/12/2023).
Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan batas maksimum pembelian yang berhak mendapatkan pengembalian pajak langsung oleh wisatawan asing menjadi 5 juta won atau sekitar US$3.800 (sekitar Rp58,9 juta) pada tahun mendatang.