Example floating
Example floating
Jatim

Rahasia Kompaknya Warga Sidoarjo: Sound System Merekatkan Semua Lapisan

×

Rahasia Kompaknya Warga Sidoarjo: Sound System Merekatkan Semua Lapisan

Sebarkan artikel ini
Rahasia Kompaknya Warga Sidoarjo: Sound System Merekatkan Semua Lapisan

MEMO,Sidoarjo: Bagikan Sound System untuk Kekompakan: Bupati Gus Muhdlor Merekatkan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor, S.IP, mengambil langkah inovatif dalam meningkatkan kekompakan warganya.

Baca Juga: Tragis Balita Empat Tahun Tewas Tenggelam di Empang Gresik Saat Asyik Bermain Sendirian

Dengan membagikan sound system portable kepada ratusan ketua RT di Kecamatan Krian, ia berharap rasa kebersamaan dan kolaborasi akan semakin tumbuh dalam proses pembangunan Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Gus Muhdlor Bagikan Sound System untuk Tingkatkan Kekompakan Warga

Sederhana dan Kompak. Begitulah pesan yang senantiasa diucapkan oleh Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor, S.IP kepada penduduknya. Pesan ini ia sampaikan kepada ratusan ketua RT, perwakilan anggota BPD, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Krian.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Pesan tersebut disampaikan oleh Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ketika sedang membagikan sound system portable di Balai Desa Sedenganmijen dan kantor Kecamatan Krian. Total ada 557 RT di Kecamatan Krian yang menerima bantuan tersebut.

Inilah Pentingnya Kerja Bakti dan Kekompakan dalam Membangun Kabupaten Sidoarjo

Gus Muhdlor berbicara tentang pentingnya kekompakan sebagai dasar dalam membangun Kabupaten Sidoarjo. Proses pembangunan akan berjalan lebih lancar jika masyarakat kompak. Namun, ia juga menyadari bahwa belum semua warga Sidoarjo memiliki sikap yang kompak.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Ini terlihat dari hal-hal yang mungkin sepele, seperti kerja bakti. Ia menyatakan bahwa setiap bulan seharusnya ada kegiatan kerja bakti di tingkat RT. Melalui kegiatan semacam ini, rasa kebersamaan diantara warga dapat tumbuh.

“Dalam kehidupan RT RW, kegiatan harus aktif, kekompakan harus dijaga. Sound system ini bisa digunakan untuk berbagai acara seperti rapat, kerja bakti, pengajian, tahlilan, shalawatan, ataupun senam,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada hari Sabtu (12/8).

Meskipun demikian, Gus Muhdlor memiliki keyakinan kuat terhadap kekompakan masyarakatnya. Ini terlihat saat perayaan Harlah satu abad NU beberapa waktu lalu. Warga Sidoarjo bersatu padu dalam menjadi tuan rumah yang baik bagi jutaan jamaah NU yang datang ke Kabupaten Sidoarjo.

Banyak bungkus nasi disediakan secara sukarela oleh warga. Nasi-nasi ini merupakan bukti nyata dari rasa kekompakan warga Sidoarjo dalam menjamu lebih dari tiga juta jamaah yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

“Jika kita bersatu, bahkan mengurus tiga juta orang bukanlah masalah. Apalagi jika itu untuk kepentingan diri kita sendiri, asal kita semua kompak,” tegasnya.

Gus Muhdlor juga mengakui peran penting RT sebagai ujung tombak pembangunan, yaitu sebagai penggerak pembangunan di tingkat desa yang paling kecil. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian khusus kepada setiap RT yang ada.

Total terdapat 8.820 RT di Kabupaten Sidoarjo. Bantuan berupa sound system portable hanyalah langkah awal yang diberikan. Tidak lama lagi, insentif bagi ketua RT juga akan ditingkatkan. Mulai dari Rp. 100 perbulan, menjadi Rp. 500 perbulan. Namun, perubahan ini baru akan berlaku pada tahun depan, tepatnya pada awal bulan Januari 2024.

“Semua RT di seluruh desa akan mendapatkan insentif ini pada bulan Januari tahun depan,” kata Gus Muhdlor sambil disambut sorak sorai kegembiraan oleh para ketua RT yang hadir.

Gus Muhdlor menekankan bahwa pembangunan hanya akan berhasil jika mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Tanpa dukungan tersebut, ia tidak akan mampu membangun Kabupaten Sidoarjo dengan baik. Termasuk dalam langkah-langkah membangun, seperti jika ia bergerak ke kanan, RT juga harus bergerak ke kanan, dan sebaliknya.

“Bupati dan wakil bupati tidak mungkin membangun Kabupaten Sidoarjo sendirian. Sehebat apapun bupati, tanpa dukungan masyarakat, upaya ini akan sia-sia. Termasuk juga dukungan dari para ketua RT di seluruh Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.