Sebelumnya, Theresia Mareta, Inisiator Pintu Inkubator, menjelaskan bahwa lebih dari 500 brand lokal telah mendaftar untuk mengikuti program Pintu Inkubator tahun 2023. Setelah melalui proses kurasi, terpilih 12 brand yang akan mengikuti proses inkubasi selanjutnya.
Theresia berharap akan terjadi pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antara desainer fesyen Indonesia dan Prancis, sehingga terjalin hubungan kolaborasi yang saling menguntungkan.
Para desainer Indonesia sangat tertarik untuk memahami ekosistem pasar global, termasuk standar produk internasional dan dinamika industri serta bisnis fesyen di tingkat global.
Dengan adanya MoU ini, Theresia meyakini bahwa Pintu Inkubator akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan ekosistem fesyen global yang lebih profesional dan menjadi bagian dari industri fesyen global.
Selain itu, kesepakatan ini juga memungkinkan untuk mempromosikan karya mereka, serta memperkenalkan perajin dan pelaku UMKM fesyen Indonesia di tingkat internasional.
Kerja Sama Kemenkop-UKM dengan IFI dan Pintu Inkubator Dorong Pengembangan Fesyen Lokal di Indonesia
Melalui MoU ini, Theresia Mareta, Inisiator Pintu Inkubator, berharap terjadi pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antara desainer fesyen Indonesia dan Prancis, sehingga terjalin hubungan kolaborasi yang saling menguntungkan.
Hal ini menjadi kesempatan emas bagi lebih dari 500 brand lokal yang tergabung dalam program Pintu Inkubator 2023, di mana 12 brand terpilih akan mengikuti proses inkubasi.
Dukungan dari Pemerintah untuk mengenalkan Indonesia sebagai pusat modest fesyen dunia melalui program Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTION FEST) juga menjadi bagian dari kerja sama ini.
Dengan demikian, kolaborasi antara Kemenkop-UKM, IFI, dan Pintu Inkubator diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong percepatan pengembangan sektor fesyen di kalangan UMKM Indonesia, serta memperkuat citra Indonesia sebagai pusat fesyen berkualitas yang diakui dunia.












