Sentuhan inovasi Ridwan juga merambah ke konservasi hutan bambu seluas 10 hektare. “Kami melihat potensi luar biasa dari bambu yang selama ini sering dianggap sebagai tanaman pengganggu. Padahal, jika dikelola dengan kreatif, bisa menjadi sumber daya yang berharga,” jelas Ridwan.
Kini, masyarakat setempat mulai mahir mengolah bambu menjadi beragam produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurut Ridwan, bambu bisa disulap menjadi anyaman cantik, kursi dan meja yang unik, bahkan pupuk organik yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Pesan Menyentuh Seniman Tekstil Dunia: Warisan Abadi Bukan Hanya Soal Karya
Dengan berbagai inisiatif ini, Ridwan memiliki harapan besar agar masyarakat tidak perlu lagi meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan. Ia percaya bahwa pekerjaan seharusnya tersedia di kampung, selaras dengan potensi alam yang ada di sekitar mereka.
Baca Juga: Dari Puskesmas ke Puncak RSUD: Kisah Inspiratif Dr. Novita Felicia Nikijuluw












