NGANJUK, MEMO – Cerita fiksi putri Cinderela dan pangeran raja adalah satu diantara ribuan karya imajinatif yang mampu menduduki rating teratas. Itu karena alur ceritanya cukup dramatis juga didukung figur pemerannya berparas cantik dan tampan.
Selain itu, dalam kisah perjalanan hidup dua sejoli itu membawa pesan moral sangat dalam.Terutama tentang pentingnya membangun mental kejujuran, kesederhanaan juga jiwa pengabdian. Pada akhirnya putri cantik itu berhasil memetik buah kebahagiaan. Karena Cinderela dipersunting pangeran kaya raya.

Maka tak heran, jika cerita itu sering diangkat menjadi produk film layar lebar maupun sinema dan film animasi di layar kaca. Termasuk ditulis dalam bentuk cerpen atau essay. Itu artinya kisah Cinderela dan pangeran raja memang sangat membumi.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
Tak heran lagi, pada moment moment tertentu seperti HUT Kemerdekaan RI, tidak sedikit dari lembaga sekolah dari tingkat SD,SMP maupun SMA akan menampilkan kreasi beda. Yaitu menunjuk siswa siswinya menjadi peran Cinderela dan Pangeran tampan yang digelar dalam acara pawai budaya ( karnaval) agustusan.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Seperti halnya di SMA Negeri 1 Tanjunganom ( SMANTAN). Dalam acara karnaval agustusan yang digelar pada hari Kamis ( 21/08/2025) silam, sekolah favorit ini menampilkan dua siswa berbusana layaknya putri Cinderela dan Pangeran kaya naik kuda.
Dua siswa yang ditunjuk oleh panitia sekolah bernama Dhiky Judha Aditama kelas X 2 berperan sebagai pangeran raja. Dan satu lagi siswa perempuan bernama Fetty Ais’ Mayasari kelas Xll 10 berperan seperti layaknya putri Cinderela.
Pasangan serasi. Keduanya sama sama memiliki postur tubuh tinggi semampai dan berparas cantik dan handsome. Dengan mengenakan busana putih bersih dengan mahkota dikepala menyusuri jalan kota warujayeng sambil menunggang kuda membikin ribuan pasang mata melihst tampilan Fety dan Diky dibuat tidak berkedip.
Tak ayal, dua siswa tersebut jadi rebutan penonton hanya sekedar rmengambil gambar mereka diatas kuda dengan menggunakan kamera android. Ada juga dari penonton yang nekat foto bersama.

” Tidak menduga sebelumnya dengan tampilan Cinderela dan sang pangeran bisa memulai penonton. Sangat luar biasa. Tahun depan dimungkinkan ditampilkan lagi,” ucap Bowo selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjunganom.
Disampaikan juga oleh Bowo, untuk tahun depan diharapkan atribut dan tokoh lain dalam kisah Cinderela dan pangeran istana harus ada.” Tokoh si peri dan sepatu kaca milik Cinderela harus ada,” tambah Bowo.
Sekedar diketahui, ternyata pasangan tokoh Cinderela dan Pangeran Istana naik kuda tersebut adalah kakak beradik. Putra dari pasangan suami istri Wariyono – Anis warga Dusun Surodadi Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur. ( Adi)












